Kemarau Datang, Petani Dlingo Kembali Dikepung Monyet Ekor Panjang
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Bangsal Kepatihan di Kompleks Kantor Gubernur DIY. - ist/Kraton Yogya
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY mengumumkan dua lembaga baru di lingkungan pemerintahan yang efektif beroperasi pada 1 Januari 2025.
Pertama yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Catatan Sipil, yang dibentuk untuk mengurai hasil capaian dan mendukung pelaksanaan reformasi kalurahan. Dinas ini merupakan gabungan dari Biro Tata Pemerintahan dan Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat.
Kedua, Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang dibentuk untuk memperkuat pengawasan dan efisiensi dalam proses pengadaan.
Pelantikan pimpinan lembaga itu pun telah dilangsungkan pada Jumat (3/1/2025) di Kompleks Kepatihan, Jogja.
Perubahan signifikan terlihat dari penggabungan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pembentukan dua OPD baru, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta (Perdais) No. 1/2024 tentang Kelembagaan Pemda DIY.
Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan harapan besar terhadap perubahan ini. "Harapan saya, dengan penggabungan organisasi dan pemisahan ini, kita bisa lebih mendekati tantangan masa depan," ujar Sultan.
Ia juga menyoroti pergantian generasi di lingkungan birokrasi DIY, di mana banyak pejabat senior yang akan memasuki masa pensiun.
"Generasi baru ini, generasi setelah reformasi yang jadi ASN pada 2005, akan menjadi tulang punggung pemerintahan di masa mendatang. Mereka perlu memahami sejarah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi sebelumnya," kata Sultan.
BACA JUGA: Program Makan Siang Gratis Diharapkan Tidak Merepotkan Sekolah
Sultan juga menekankan pentingnya reformasi kalurahan. "Kami sekarang menangani reformasi kalurahan, karena proses seperti ini harus mereka pahami. Mereka tidak hanya perlu tahu apa yang mereka kerjakan, tetapi juga latar belakangnya, sehingga konsistensi bisa lebih utuh," jelasnya.
"Pembentukan Biro Pengadaan Barang dan Jasa ini merupakan amanat dari KPK. Dengan penguatan ini, kami harapkan proses pengadaan bisa lebih efektif dan akuntabel," kata Sekda DIY, Beny Suharsono, Jumat.
Beny menambahkan operasional lembaga baru itu sebenarnya sudah mulai efektif per 1 Januari lalu hanya saja pelantikan pimpinan lembaganya baru dilaksanakan pada 3 Januari, sehingga Gubernur DIY telah mengeluarkan Keputusan Gubernur yang fungsinya untuk menjembatani pertanggungjawaban kekosongan pimpinan selama beberapa hari itu. "Jadi besok semuanya sudah efektif bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing," kata Beny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.