Sepekan Dikelola KAI Commuter, Penumpang KA Bandara YIA Capai 8.000 per Hari
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Contoh makanan sehat untuk anak. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul mencatat ada beberapa pondok pesantren di wilayahnya yang memiliki dapur umum. Keberadaan dapur umum tersebut memungkinkan pondok pesantren mampu menjadi penyedia dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Kankemenag Bantul Ahmad Sidqi mengatakan dapur umum di pondok pesantren tersebut selama ini telah digunakan untuk memproduksi makanan bagi para santri. Dia menilai, keberadaan dapur umum tersebut dapat digunakan untuk penyediaan makanan dalam program MBG.
BACA JUGA : Badan Gizi Segera Lakukan Evaluasi MBG di Hari Pertama
"Di pesantren yang besar [jumlah santri mencapai ribuan] yang menjadi sasaran [program MBG], sudah memiliki dapur umum, nanti tinggal [dapur umum] memenuhi syarat-syarat [untuk menyelenggarakan MBG]," ujarnya, Senin (6/1/2025).
Penerapan makan bergizi gratis di pesantren akan dilakukan secara prasmanan. Selama ini pesantren telah memiliki tim yang terdiri dari santri-santri senior untuk menyediakan makanan bagi para santri. Meski begitu, menurut Ahmad, satu dapur umum untuk program MBG ditargetkan mampu menyediakan makanan untuk 3.000 orang.
Oleh karena itu ketika dapur umum tersebut menyediakan makanan untuk MBG, maka pondok pesantren bisa menggandeng masyarakat setempat untuk bersama-sama menyediakan MBG tersebut. "Masyarakat bisa terlibat, sebagai penyedia bahan baku, atau tenaga kerja," ujarnya.
Adapun pondok pesantren yang jumlah santrinya hanya ratusan dan tidak memiliki lembaga pendidikan, maka penyediaan MBG dapat disediakan oleh pondok pesantren terdekat yang menyediakan MBG atau lembaga pendidikan tempat santri tersebut menempuh pendidikan.
"[Pondok pesantren yang santri ratusan] tidak bisa mengelola sendiri [penyediaan ribuan paket MBG], sehingga kemungkinan dari rekanan pemerintah," ujarnya.
Kemenag RI telah mengeluarkan edaran terkait dengan himbauan agar MBG dilakukan juga untuk menunjang pengembangan karakter siswa. Dia pun menyambut program tersebut dengan positif. "Pemberian MBG bisa menguatkan karakter santri. Satri dapat diajari etika makan dan minum yang baik, diajarkan bagaimana makan dengan berdoa, agar religiusitasnya meningkat," ujarnya.
"[MBG] tidak hanya fokus pada penguatan gizi, tetapi juga penguatan karakter," ujarnya.
Ia juga menekankan agar santri dapat belajar untuk mengantri, dan menghargai makanan. Meski begitu, saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan MBG tersebut. "Untuk menyasar santri di pesantren, kami masih menunggu juknis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.