Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Hasil tangkapan ikan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul mencatat hasil tangkapan ikan menembus empat juta ton di 2024. Diperkirakan perputaran uang dalam aktivitas ini menembus Rp81,5 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, puas dengan capaian tangkapan ikan di perairan Gunungkidul sepanjang 2024. Pasalnya, tidak hanya hasil tangkapan yang melimpah, namun harga jual ikan juga ikut meningkat dibandingkan dengan harga di 2023 sebesar Rp19.610.
“Untuk harga jual di 2024, ikan yang tertangkap dipasarkan seharga Rp20.087. Jadi, lebih mahal ketimbang harga rata-rata di 2023,” kata Wahid, Jumat (17/1/2025).
Ia mencatat, di 2024 tangkapan ikan seberat 4.05.881 kilogram. Adapun jenis ikan yang ditangkap bervariasi mulai dari tongkol, tuna, cakalang, layur, lobster dan lainnya.
“Ini masih sementara karena proses pendataan masih berlangsung dan kemungkinan bertambah,” kata Wahid.
Menurut dia, dari hasil tangkapan ini terdapat nilai transaksi sebesar Rp81.530.861.625. Sedangkan untuk biaya operasional selama melaut diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp2.391.066.667.
“Total jumlah nelayan di Gunungkidul ada 2.267 orang. Jadi, dengan hasil yang ada, maka rata-rata pendapatan per nelayan sebesar Rp34.771.439,” kata Wahid.
BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis Ditargetkan Mampu Sasar 15 Juta Penerima Manfaat di 2025
Ditambahkannya, nilai pendapatan nelayan ini mengalami peningkatan ketimbang besaran diperoleh di 2023 sebesar Rp32.744.828. Kenaikan tidak lepas meningkatnya harga rerata ikan yang ditangkap oleh para nelayan.
“Untuk 2023, hasil ikan yang tertangkap mencapai 4.166.198 kilogram,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Wijayanto mengatakan, cuaca buruk beberapa kali terjadi di perairan Pantai selatan. Meski demikian, hal tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap hasil tangkapan nelayan. “Penangkapan lancar dan hasilnya juga melimpah alias tidak ada paceklik,” katanya.
Menurut dia, upaya optimalisasi dalam penangkapan akan terus dilakukan. Selain memberikan pelatihan dan pengolahan hasil tangkapan, juga ada peningkatan sarana prasarana bagi nelayan.
Diharapkan dengan berbagai program yang telah dipersiapkan, maka hasil tangkapan bisa lebih ditingkatkan.
Hal ini pun bisa berdampak terhadap pendapatan nelayan sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan benar-benar dapat diwujudkan. “Kalau hasil tangkapan meningkat, maka pendapatan para nelayan juga meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.