Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja diminta terus menggencarkan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dan kemantren. Dengan upaya ini, diharapkan masalah sampah Kota Jogja dapat terselesaikan lebih cepat pada awal tahun ini.
Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja, Susanto Dwi Antoro, menjelaskan jajarannya telah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kemantren untuk membahas penanganan sampah. “Kami minta pemerintah kalurahan dan kemantren mempresentasikan program, anggaran apa saja yang diperlukan dan capaiannya seperti apa,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Dalam presentasi, tiap kelurahan rata-rata membutuhkan anggaran Rp60 juta sampai Rp70 juta untuk menyiapkan infrastruktur. “Gerakan ini nantinya akan menjadi kebiasaan sehingga kami mendukung melalui anggaran perubahan,” katanya.
Selain itu, Dwi mengaku membentuk tim transisi dari wali kota lama ke wali kota baru. Dalam tim transisi ini, disiapkan 800 tenaga teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja untuk penanganan sampah.
“Tenaga teknis ini siap digerakkan untuk penanggulangan sampah. Meski ada tupoksi terkait dengan pemeliharaan taman dan lainnya, sampah menjadi fokus utama. Masyarakat kami dorong tak hanya peduli pada rumahnya, tapi juga lingkungan dan kawasan,” katanya.
BACA JUGA: Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Bakal Digelar Lagi di Ketandan, Catat Tanggalnya
Gerobak Transporter
Dalam upaya penanganan sampah, Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja, memulai sistem pengangkutan sampah menggunakan gerobak transporter. Sebanyak sembilan gerobak transporter disiapkan untuk mengangkut sampah dari warga.
Lurah Gunungketur, Sunarni, menjelaskan sistem pengangkutan sampah menggunakan gerobak transporter ini untuk mengalihkan pembuangan sampah yang sebelumnya dilakukan warga ke depo. “Nantinya warga tidak boleh membuang sampah secara mandiri ke depo,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Dari sekitar 750 KK warga Gunungketur yang berdomisili di wilayah tersebut, sudah sekitar 90% menjadi pelanggan gerobak transporter ini. “Retribusinya sesuai Perda Kota Jogja, warga masih dibebani Rp3.000 per bulan, di luar itu ada biaya untuk penggerobak yang kami serahkan kepada masing-masing RW,” katanya.
Warga yang berlangganan dan diambil sampahnya oleh penggerobak transporter, harus memilah sampah di rumah. Jika sampah belum terpilah, maka penggerobak tidak akan mengambil sampah tersebut.
Pemilahan sampah ini diperlukan untuk proses selanjutnya, yakni pengelolaan yang bekerja sama dengan TPS3R Panggungharjo, Sewon, Bantul. “Jadi kami tidak menggunakan depo. Sampah langsung dibawa ke Panggungharjo. Warga wajib memilah,” katanya.
Salah satu penggerobak, Andi Pronoaksoro, menuturkan proses pengambilan sampah dilakukan oleh penggerobak transporter dari rumah ke rumah. “Warga harus memilah sampah sisa dapur, plastik dan daun-daunan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.