Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi tradisi padusan.dok/harianjogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mengingatkan pelaku wisata, utamanya wisata alam yang memiliki kawasan air seperti umbul, agar meningkatkan kewaspadaan dan keamanan ketika menggelar tradisi padusan menjelang Ramadan.
Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari belakangan berpotensi menaikkan debit air. "Kami meminta agar penyelenggara saja pariwisata memerhatikan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan saat padusan," kata Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, Rabu (26/2/2025).
BACA JUGA: Jumat, Ribuan Orang Diprediksi Serbu Pantai Selatan Bantul untuk Padusan
“Pengelola jangan sampai lengah, sehingga tidak mengawasi wisatawan. Kita perlu hindarkan untuk kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” tambah Edy.
Disinggung ihwal angka kunjungan wisatawan selama bulan puasa, Edy mengaku bulan Maret masuk kategori low season. Angka kunjungan dipastikan turun apabila melihat pengalaman sebelumnya. Destinasi yang berpotensi menarik banyak kunjungan adalah destinasi wisata kuliner.
Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pengelola dan pelaku wisata agar mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Hal ini merupakan wujud mitigasi bencana dan potensi bahaya di destinasi wisata.
Dispar, kata dia juga menjalin kerja sama dengan BPBD Sleman, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dan BMKG.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Henry Dharma Wijaya, mengatakan hujan deras yang berpotensi masih terjadi akan meningkatkan debit air.
Sebab itu, apabila hujan turun, dia meminta agar warga mengurungkan diri melakukan padusan di wisata alam. “Ketika hujan deras di kawasan hulu, Merapi, bisa meningkatkan debit di kawasan hilir juga,” kata Henry.
Tidak hanya di wisata alam, masyarakat juga diminta tidak padusan di tempat terbuka seperti kolam renang. Ada potensi lontaran gelombang listri dari sambaran petir. Mengenai potensi banjir, bantaran sungai akan meluap ketika hujan turun.
BPBD Sleman juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada dalam menyikapi potensi bencana hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.