Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari dalam waktu dekat akan mengalami perubahan signifikan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Wukirsari.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga hampir 50%, dari 53 ton per hari menjadi 75 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo mengungkapkan perubahan ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi permasalahan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di wilayah Gunungkidul.
TPAS Wukirsari yang terletak di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, selama ini masih menerapkan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampahnya.
Namun, metode ini dinilai tidak lagi efektif karena membutuhkan lahan yang luas dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, termasuk polusi udara dan pencemaran tanah. "Sanitary landfill membutuhkan area yang lebih luas untuk menampung sampah yang terus bertambah. Dengan pola ini, kami tidak bisa terus mengandalkan lahan baru untuk menampung sampah. Oleh karena itu, Pemkab Gunungkidul berencana mengubah sistem pengolahan menjadi TPST dengan teknologi Refuse Derived Fuel [RDF] dan maggot atau biokonversi," ucap Kusno, Minggu (2/3/2025).
Teknologi RDF merupakan metode yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Prosesnya melibatkan pengeringan sampah untuk mengurangi kadar air hingga di bawah 25%, kemudian mencacahnya menjadi ukuran 2-10 cm agar memiliki nilai kalor tinggi. Hasil akhir dari pengolahan ini berupa serbuk atau potongan seragam yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, terutama dalam industri semen.
"Dengan metode ini, RDF yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh industri semen. Pemkab Gunungkidul bahkan telah menjalin kerja sama dengan PT Sarana Bangun Indonesia di Cilacap untuk membeli RDF hasil pengolahan sampah di TPST Wukirsari," ungkap Kusno.
Selain teknologi RDF, TPST Wukirsari juga akan menerapkan metode bio konversi menggunakan maggot. Metode ini memanfaatkan larva lalat hitam (black Soldier fly) yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat, menghasilkan kompos berkualitas tinggi dan pakan ternak.
Untuk mendukung transformasi ini, Pemkab Gunungkidul telah menyusun Detail Engineering Design (DED) yang memperkirakan kebutuhan anggaran sebesar Rp55 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membangun TPST lengkap dengan modul mesin pengolahan sampah sebanyak empat hingga lima unit.
Selain investasi pada teknologi pengolahan, pemerintah juga tengah menyiapkan perluasan lahan TPAS Wukirsari. Dari yang sebelumnya hanya memiliki luas 5 hektare, kawasan ini akan diperluas menjadi 9 hektare. Lahan tambahan ini akan digunakan untuk mendukung operasional TPST serta pengembangan fasilitas pendukung lainnya.
"Kondisi saat ini sangat mendesak. Dengan semakin ramainya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), kami perlu memastikan sistem pengolahan sampah yang lebih efisien. Apalagi dalam beberapa tahun ke depan, sudah tidak diperbolehkan lagi adanya TPAS, sehingga transisi ke TPST adalah langkah yang tidak bisa dihindari," ujar Kusno.
Transformasi TPAS Wukirsari menjadi TPST diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Gunungkidul.
Dengan penerapan teknologi modern, selain mengurangi dampak lingkungan, sistem ini juga berpotensi memberikan nilai ekonomi, baik melalui penjualan RDF maupun hasil biokonversi maggot. "Ke depan, kami tidak hanya ingin mengatasi masalah sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Sampah tidak lagi sekadar limbah, tetapi sumber energi dan peluang ekonomi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.