Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kebijakan membeli gabah dan beras petani lokal oleh Bulog masih terus berlangsung. Hingga akhir Maret diharapkan sudah ada penyerapan hasil panen sebanyak 6.762 ton.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, pihaknya ikut memberikan pendampingan untuk program penyerapan gabah dan beras milik petani Gunungkidul. Kebijakan ini sudah berlaku sejak beberapa waktu lalu dan hingga sekarang masih berlangsung pembelian dari petani di Bumi Handayani.
“Kodim bersama Bulog aktif melakukan patroli dan jemput bola ke masyarakat guna memastikan serapan gabah berjalan maksimal,” kata Roni, Rabu (19/3/2025).
BACA JUGA: Jalur Utama Jogja-Wonosari Rawan Tanah Longsor dan Pohon Tumbang, Warga Diminta Waspada
Ia menjelaskan, program penyerapan hasil panen milik petani merupakan program nasional. Adapun tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan, namun di sisi lain juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dikarenakan tidak kesulitan memasarkan hasil panen yang dimiliki.
Menurut dia, selama Februari hingga Maret ditargetkan dapat menyerap panen sebanyak 6.762 ton. Rinciannya, 2.139 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 4.623 ton beras milik petani.
“Untuk data yang terserap, kepastian ada di Bulog karena kami hanya mendampingi. Tapi dari informasi yang saya terima sudah ada penyerapan gabah 2.293 ton dan beras 800 ton,” katanya.
Meski demikian, ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas penggilingan dan pengeringan gabah. Langkah ini sebagai upaya optimalisasi penyerapan hasil panen di wilayah Bumi Handayani.
“Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Harapannya dengan program ini, petani di Gunungkidul bisa semakin sejahtera,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, program penyerapan hasil petani lokal oleh Bulog merupakan langkah yang bagus. Pasalnya, bertujuan untuk melindungi petani dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional.
“Alhamdulillah, antusiasme petani sangat besar untuk mengikuti program serap gabah petani [Sergap],” kata Rismiyadi.
Menurut dia, pembelian ini sudah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih baik dibandingkan harga yang ditawarkan tengkulak, yang sering kali lebih rendah.
“Makanya dengan harga yang bagus ini, maka petani bisa lebih sejahtera,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.