Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengklaim penyerapan gabah milik petani lokal di Gunungkidul telah melampaui target. Pasalnya, prosentase pembelian oleh Bulog sudah mencapai 108,8%.
Dia menjelaskan, pembelian hasil panen milik petani merupakan program nasional. Adapun tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan, namun di sisi lain juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dikarenakan tidak kesulitan memasarkan hasil panen yang dimiliki.
Menurut dia, selama Februari hingga Maret ditargetkan dapat menyerap panen sebanyak 6.762 ton. Rinciannya, 2.139 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 4.623 ton beras milik petani.
BACA JUGA: Akhir Maret, Penyerapan Hasil Panen di Gunungkidul Diharapkan Bisa Tembus 6.762 Ton
Hingga sekarang, lanjut Roni, untuk gabah sudah terserap sebanyak 2.328,205 ton. Secara capaian, jumlah ini sudah melampui target penyerapan dari Februari hingga Maret.
“Memang untuk beras belum bisa tercapai karena pembelian dari petani masih di kisaran 900 ton. Jadi, program penyerapan masih berlangsung,” katanya, Selasa (25/3/2025).
Ia memastikan, Kodim bersama Bulog aktif melakukan patroli dan jemput bola ke masyarakat guna memastikan serapan gabah berjalan maksimal. “Kita terus memberikan pendampingan untuk program penyerapan gabah dan beras milik petani Gunungkidul,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, program penyerapan hasil petani lokal oleh Bulog merupakan langkah yang bagus. Pasalnya, bertujuan untuk melindungi petani dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional.
“Alhamdulillah, antusiasme petani sangat besar untuk mengikuti program serap gabah petani [Sergap],” kata Rismiyadi.
Menurut dia, pembelian ini sudah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih baik dibandingkan harga yang ditawarkan tengkulak, yang sering kali lebih rendah.
“Makanya dengan harga yang bagus ini, maka petani bisa lebih sejahtera,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.