Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Hasto Wardoyo - Antara
Harianjogja.com, JOGJA-Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meminta petugas posko darurat sampah untuk lebih tegas dalam mengawasi dan menindak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Ia menyebut tindakan pembinaan harus dilakukan tanpa adanya kekerasan atau perlakuan tidak manusiawi.
"Saya melihat ada petugas yang masih kurang tegas. Jangan melankolis, kalau melihat yang buang sampah di pinggir jalan, tangkap dan bawa mereka ke posko Satpol PP untuk diberi pembinaan. Namun, jangan ada tindakan kekerasan atau perlakuan yang tidak manusiawi. Setelah diberikan pembinaan, mereka bisa diantar pulang untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari RT/RW," kata Hasto, Senin (31/3/2025).
Keberadaan posko darurat sampah dinilai cukup efektif dalam mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Hasto menyebut kesadaran warga mulai meningkat, meskipun masih ada beberapa titik yang menjadi tempat pembuangan liar. "Kami melihat ada peningkatan kesadaran warga. Namun, masih ditemukan beberapa titik di mana sampah dibuang tidak pada tempatnya, seperti di pinggir jalan," ungkapnya.
BACA JUGA : Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Gedhe Kauman untuk Salat Idulfitri
Selain itu, pada Hari Raya Idulfitri ini Hasto mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan selepas melaksanakan Salat Id. Ia meminta warga untuk tidak meninggalkan sampah sedikit pun di area tempat ibadah. "Saya mengajak seluruh warga yang akan melaksanakan Salat Id, baik di Alun-Alun maupun di lapangan, untuk tidak meninggalkan sampah sedikit pun. Jika membawa kertas atau plastik, simpan di saku dan buang di tempat sampah. Jika menggunakan alas seperti koran atau plastik, setelah selesai salat, segera ambil dan buang ke tempat sampah yang telah disediakan," ujarnya.
Sementara itu, Jaka Handoyo, salah satu petugas posko darurat sampah di Giwangan mengakui masih ada warga yang membuang sampah sembarangan di jam-jam tertentu, seperti tengah malam atau dini hari. Ia juga mengungkapkan kendala dalam menindak mereka yang memiliki profesi tertentu. "Kadang masih ada yang berani buang sampah di situ. Saya tegur tapi mereka lebih galak dan punya profesi tertentu. Saya sungkan. Tapi alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Semoga besok tidak ada lagi yang berani buang sampah sembarangan," kata Jaka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.