Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kondisi Alun-Alun Wonosari di depan Kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (6/11/2023).(Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul akan menyiapkan tempat relokasi berjualan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang seringkali mangkal di kawasan Alun-Alun Wonosari. Wacana penertiban dilakukan sebagai upaya penegakkan peraturan daerah untuk menjaga ketertiban di Masyarakat.
Wacana penertiban diungkapkan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia, sudah melakukan pengamatan secara langsung terkait dengan aktivitas PKL di Alun-Alun Wonosari.
“Ada video dokumentasinya. Ada sekitar 81 pedagang yang mangkal di kawasan alun-alun,” katanya, Kamis (10/4/2025).
Menurut Endah, untuk aktivitas berjualan sebenarnya sudah menyediakan lokasi di Taman Kuliner. Hanya saja, PKL ini tetap berjualan di alun-alun mulai dari pagi hingga malam hari.
“Memang kami wacanakan untuk penertiban,” kata Endah.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Anggarkan Rp1 Miliar untuk Penataan Alun-Alun Wonosari
Dia menjelaskan, ada beberapa alasan untuk dilakukan penertiban. Salah satunya karena melanggar ketentuan dalam Perda No.7/2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
Di salah satu pasal dijelaskan, bahwa area trotoar di alun-alun dilarang untuk aktivitas berjualan. Penertiban juga mengacu adanya keluhan dari pengurus Masjid Al Ikhlas Wonosari karena aktivitas jualan yang masuk ke area parkiran masjid.
Adapun alasan lain untuk dilakukan sterilisasi karena di kawasan Alun-Alun Wonosari akan ditata dan dirombak total. “Pelaksanaan penertiban masih kita kaji bersama-sama dengan Satpol PP dan Dinas Perdagangan,” katanya.
Meski demikian, Endah memastikan tidak hanya asal menertibkan. Pasalnya, ia berjanji akan menyediakan tempat pengganti untuk berjualan sehingga para PKL dapat berusaha dengan nyaman dan tetap memeroleh penghasilan.
“Makanya, kami tidak asal menertibkan karena ini menyangkut penghidupan para pedagang,” katanya.
Ditambahkan dia, ada tiga lokasi yang menjadi tempat relokasi PKL Alun-Alun Wonosari. Pertama, bertempat di Taman Kuliner di belakang kantor Pemkab.
Di lokasi ini, kata Endah, masih ada lapangan tenis yang jarang terpakai sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat relokasi. Adapun tempat lainnya di kawasan Gedung Serba Guna Siyono dan Taman Budaya Gunungkidul di Kapanewon Playen.
“Semua masih dikaji untuk mendapatkan kebijakan terbaik,” katanya.
Salah seorang pedagang di Alun-Alun Wonosari, Sri mengaku pasrah pada saat ada kebijakan penertiban dari Pemkab Gunungkidul. Hanya saja, ia berharap ada solusi agar tetap bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuuhan keluarga.
“Sudah lama berjualan soto di kawasan alun-alun saat malam hari. Tapi, saat puasa pada sore hari juga berjualan es campur,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Aktivitas PKL yang mangkal di sisi barat Alun-Alun Wonosari. Kamis (10/4/2025)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest