40 KDMP Sleman Beroperasi, 46 Koperasi Masih Hadapi Kendala
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Ilustrasi./freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa perekonomian keluarga yang tidak stabil mendorong penambahan angka adopsi anak di Bumi Sembada. Perekonomian tidak stabil berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Pekerja Sosial Dinsos Sleman, Nurul Jannah, mengatakan keluarga dengan perekonomian tidak stabil tidak sanggup membesarkan anak. Ada banyak tanggungan yang keluarga miliki. Opsi terakhir mereka adalah memutus beban tanggungan dengan menyerahkan anak mereka ke adopter.
Nurul mencatat ada lima hingga tujuh klien yang mendapat pendampingan dalam mempersiapkan proses adopsi pada Januari - April 2025. Total ada 20 - 30 anak yang akan diadopsi. Ada bermacam alasan keluarga menyerahkan anaknya agar diadopsi, seperti perekonomian tidak stabil dan kehamilan tidak direncanakan (KTD).
Proses adopsi pun harus dilakukan secara legal. Penyerahan anak tidak bisa langsung adopter dengan adopter. Paling tidak ada enam syarat yang pertama-tama harus dipenuhi, antara lain adopter beragama sama dengan calon anak angkat, lalu penyerahan ibu kandung kepada calon orang tua angkat, dan usia orang tua angkat minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun.
Syarat lain adalah calon orang tua angkat bukan pasangan sejenis, usia pernikahan menyentuh tahun ke lima, dan ada rekomendasi dari Dinas Sosial. “Syarat pendukung lain, klien bisa datang ke Dinsos setempat untuk konsultasi,” kata Nurul dihubungi, Minggu (4/5/2025).
Nurul menyarankan agar keluarga mengikuti program keluarga berencana (KB), utamanya bagi keluarga dengan perekonomian tidak stabil. Selain KB, penting juga edukasi kepada keluarga bahwa rencana menambah anak memiliki konsekuensi turunan.
“Keluarga harus memenuhi hak-hak anak. Saran kami KB, prosesnya bisa langsung ke Puskesmas terdekat,” katanya.
Kepala Dinsos Sleman, Mustadi, mengatakan Dinsos Sleman terus memberi fasilitasi kepada keluarga yang ingin menyerahkan anaknya untuk diadopsi keluarga lain. Namun, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah adopsi harus mengikuti SOP yang ada.
“Kata dia SOP ini akan menjamin masa depan anak. Di masa depan, anak akan mengetahui identitasnya. Biar tidak ada masalah,” kata Mustadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.