Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama dengan tim saber pungli saat memantau layanan di TPR Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (9/5/2025). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) di Inspektorat Gunungkidul akan dioptimalkan untuk pengawasan potensi kebocoran retribusi di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) menuju kawasan wisata.
Selain mewujudkan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati, kebijakan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kebocoran.
Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut berperan dalam memaksimalkan PAD yang dimiliki pemkab. Oleh karenanya, melakukan peningkatan kinerja tim Saber Pungli.
Terlebih lagi, sambung dia, belum lama ini juga mencuat unggahan viral di media sosial tentang pembelian tiket masuk Pantai yang tak sesuai dengan jumlah yang dibayarkan. Oleh karena itu, ada upaya pengawasan sehingga potensi-potensi kebocoran bisa dikurangi.
“Tujuannya satu untuk mengoptimalkan PAD. Makanya dilakukan monitoring dan pengawasan di lapangan secara berkala,” kata Saptoyo, Senin (12/5/2025).
Menurut dia, pengawasan yang dilakukan sebagai upaya pembinaan pada pengelola agar lebih tertib. Selain itu, juga memberikan pelayanan terbaik sehingga ketugasan yang diberikan dapat terlaksana dengan benar.
“Tentunya kalau tidak ada kebocoran, maka potensi PAD yang didapatkan juga lebih optimal. Pengawasan ini tidak hanya di TPR, tapi juga menyasar ke lokasi-lokasi yang jadi kantong-kantong parkir,” katanya.
Menurut Saptoyo, sudah ada upaya pengawasan yang dilakukan dan intesitasnya bakal ditingkatkan. Hasil dari pengawasan dijadikan bahan kajian untuk perbaikan pelayanan yang lebih baik.
“Contoh yang perlu diperbaiki, atribut resmi yang dimiliki harus digunakan. Jangan sampai nantinya malah dikira terjadi pungutan liar,” katanya.
Ditambahkannya, pengawasan yang dilakukan tim Saber Pungli juga sebagai bentuk komitmen untuk memperbaiki layanan di lingkup Pemkab Gunungkidul. Selain itu, juga sebagai pelaksanaan 100 hari program kerja yang dimiliki bupati dan wakil bupati yang menjabat mulai Februari 2025.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung penuh upaya pengawasan yang dilakukan oleh tim Saber Pungli di Gunungkidul.
Bentuk apreasiasi, ia tidak hanya menginstruksikan, namun ikut secara langsung dalam pemantauan di lapangan. “Sidak sudah dilakukan di sejumlah TPR menuju Pantai dan kawasan parkir di Taman Kuliner,” katanya.
Menurut dia, keberadaan tim Saber Pungli akan dioptimalkan guna menekan terjadinya kebocoran saat pelayanan dilangsungkan. “Pastinya monitoring akan dilakukan secara berkala dan waktunya juga tidak terjadwal sehingga kondisi di lapangan bisa terlihat secara langsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.