Kasus Antraks Ditemukan di Paliyan, Lima Warga Kontak Erat Dipantau
Kasus antraks ditemukan di Paliyan dan Semanu, Gunungkidul. Satu warga Paliyan positif, sedangkan lima kontak erat dipantau selama 60 hari.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat menerima sertifikat warisan budaya tak benda dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Komplek Kepatihan. Senin (26/5/2025)/ Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga tradisi dan kuliner Gedebog Pisang yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul diakui sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.
Empat sertifikat ini diterima oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Gedhong Pracimasana di Komplek Kepatihan, Senin (26/5/2025).
Adapun tiga tradisi ini meliputi Njaluk Udan Andongsari (meminta hujan), Sambatan dan Bersih Kali Umbul Banteng. “Kami bangga karena ada empat warisan yang diakui sebaga warisan budaya tak benda di Indonesia,” kata Mbak Endah, Senin siang.
Menurut dia, dengan penetapan ini menjadi bukti dan komitmen dari pemkab untuk menjaga kelestarian seni dan adat tradisi yang berkembang di Masyarakat. Diharapkan Masyarakat juga ikut berpartisipasi terhadap pelestarian seni adat trandisi di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA: Mulai 2026, Piala AFF Berubah Nama ASEAN Hyundai Cup
“Semua harus dijaga agar bisa lestari sehingga dapat dikenal sampai anak cucu nanti. Jangan sampai punah karena itu harus terus dilestarikan,” katanya.
Endah menambahkan, upacara njaluk udan Andongsari dilaksanakan di Padukuhan Klampok dan Gumbeng di Kalurahan Giripurwo, Purwosari. Adapun Bersih Kali Umbul Banteng berlangsung di Kalurahan Wiladeg, Karangmojo.
“Untuk tradisi Sambatan ada di seluruh wilayah dan hingga sekarang masih terpelihara dengan baik,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, empat peninggalan yang memeroleh sertifikat warisan budaya tak benda terdiri dari tiga tradisi dan satu kuliner. Untuk tradisi merupakan pelaksanaan kegiatan bersih kali, sambatan dan njaluk udan.
Dia menjelaskan, proses pengajuan dilakukan di 2024 dan akhirnya disetujui oleh Pemerintah Pusat sehingga sertifikat dari warisan budaya tak benda bisa diserahkan. Meski demikian, Mantara tidak menampik, proses kajian sudah dilakukan sejak 2023 hingga akhirnya diusulkan untuk mendapatkan predikat tersebut.
“Jadi prosesnya panjang karena dimulai kajian, kemudian pengusulan hingga proses verifikasi dari tim dari Pusat,” katanya.
Mantara mengatakan dengan penetapan sebagai warisan budaya tak benda ini merupakan bentuk pelestarian terhadap seni adat dan tradisi yang dimiliki. Selain itu, juga sebagai upaya perlindungan, pengembangan pemanfaatan hingga pembinaan terhadap objek-objek yang mendapatkan sertifikat.
“Kita terus berupaya dan akan terus menambah peningalan di Gunungkidul sebagai warisan budaya, baik benda maupun tak benda sebgai bentuk dari perlindungan dan pelestarian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus antraks ditemukan di Paliyan dan Semanu, Gunungkidul. Satu warga Paliyan positif, sedangkan lima kontak erat dipantau selama 60 hari.
Studi terhadap 480.479 orang menemukan kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian kardiovaskular lebih rendah. Simak manfaatnya.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.
AI kini digunakan untuk menganalisis percakapan dan aktivitas karyawan. Simak kasus Co-op, Burger King, Meta, serta risiko privasi pekerja.