Regrouping Sekolah Hemat Rp900 Juta, Jadi Andalan Efisiensi Kulonprogo
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Proses penanaman pohon pisang di Jalan Srikayangan, Minggu (15/6/2025) yang dilakukan oleh warga dari beberapa padukuhan karena kondisinya rusak bertahun-tahun/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga dari sejumlah padukuhan di Kalurahan Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo menanami pohon pisang di salah satu ruas jalan yang rusak, Minggu (15/6/2025) pagi.
Langkah itu dilakukan karena kondisi jalan tersebut sudah rusak selama lima tahun terakhir tanpa pernah ada penanganan dari pemerintah terkait.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Punya 11 Paket Perbaikan dan Perawatan Jalan Tahun Ini
Salah satu warga yang terlibat penanaman pohon pisang, Sunardi mengatakan, biasanya jalan rusak itu disebut Jalan Srikayangan. Sebab karena fungsi jalan tersebut yang memang penghubung antara kalurahan di Sentolo bahkan antarkapanewon.
"Saya hampir setiap hari lewat memang kondisinya rusak parah sejak tiga tahun terakhir. Pohon pisangnya ditanami baru tadi pagi bersama warga saya juga ikut," katanya, Minggu (15/6/2025).
Menurutnya jalan tersebut sudah rusak lima tahun terakhir sudah beberapa kali diupayakan untuk perbaikan. Warga pernah swadaya memperbaiki tanpa bantuan pemerintah dengan memberikan urugan. Namun, berjalannya waktu lubang-lubang besar di jalan tersebut kembali menganga.
"Usulan resmi ke pemerintah sudah pernah berulang kali tidak ada respon sampai sekarang. Masuknya hujan semakin parah bahkan informasinya banyak yang terjatuh," sambungnya.
Ia menyatakan, aksi penanaman pohon pisang merupakan kepedulian lingkungan sekitar. Pohon pisang tersebut sebagai kritik kepada pemerintah karena bertahun-tahun tidak ditangani. Selain itu, ditanami pohon pisang agar menjadi rambu-rambu untuk pengendara motor agar tidak terperosok.
"Kedalamannya soalnya bisa mencapai 40 sentimeter," tuturnya.
Sunardi berharap agar ruas jalan tersebut dapat ditangani setidaknya untuk diratakan terlebih dahulu.
Sementara itu, Lurah Srikayangan, Aris Purianto mengaku sudah mengetahui aksi yang dilakukan kelompok warganya. Bahkan, dirinya ikut memantau aksi dari warga.
Menurutnya, perbaikan jalan sudah diusulkan beberapa kali melalui Musrenbang untuk perbaikan jalan tersebut tetapi belum ada titik terang.
"Jalan tersebut menjadi akses penting para pelajar saya untuk bersekolah. Penanaman pohon pisang itu sebagai penyampaian aspirasi karena pengajuan tidak pernah gol," ucapnya.
Aris menjelaskan, jalan tersebut menjadi kewenangan kabupaten. Setiap musrenbang kalurahan jalan tersebut selalu menjadi prioritas perbaikan tetapi memang tidak pernah ada persetujuan. Dia pun menyadari dan tidak memaksakan karena tentu keperluan APBD juga banyak yang harus dipenuhi.
"Sudah kami koordinasikan akan dilaksanakan rapat di tingkat kapanewon. Kejelasan kapan diperbaiki nanti kordinasi dengan Pemkab," jelasnya.
Diajukan di 2026
Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda DPUPKP Kulonprogo, Gigih Muktitama memastikan, Jalan Srikayangan tersebut sudah akan ditangani. Namun memang tidak di 2025 ini melainkan pada 2026 nanti. Dia membeberkan baru diusulkan penanganannya di 2026 karena melihat kemampuan anggaran.
"Betul itu jalan kabupaten kini sudah masuk usulan penanganan di 2026," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Fiorentina kembali menunjuk Paolo Vanoli sebagai pelatih setelah memecat Fabio Grosso yang menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A.
Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan setelah ditutup sementara akibat abu vulkanik GAK.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang hingga Senin (7/9).
Layanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hadir di Kantor Kalurahan Condongcatur pada Selasa 8 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Layanan perpanjangan SIM di Kulonprogo pada Selasa 8 September 2026 hadir di PJR Temon, Mal Pelayanan Publik, dan Satpas 1450 Polres.