7 Pejabat Pemkab Bantul Dirotasi, Ini Daftar Jabatan Barunya
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Bantul saat mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur di Pantai Baru beberapa waktu lalu./ Ist-dok
Harianjogja.com, BANTUL – Kasus wisatawan tersengat ubur-ubur di kawasan pantai selatan Kabupaten Bantul kembali bertambah. Setelah sebelumnya 50 orang tersengat di Pantai Parangtritis pada Rabu (25/6/2025), kini giliran Pantai Baru, Kapanewon Srandakan yang mencatatkan insiden serupa. Korban kali ini didominasi anak-anak.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho menyebut total ada 10 wisatawan yang tersengat ubur-ubur di Pantai Baru sejak 27 Juni hingga 29 Juni 2025. Empat orang pada 27 Juni, tiga orang pada 28 Juni, dan tiga orang lagi pada 29 Juni.
"Semua korban tersengat saat bermain air di tepi pantai. Sebagian besar anak-anak," kata Nugroho, Rabu (2/7/2025).
Petugas SAR langsung mengevakuasi para korban ke posko untuk penanganan cepat. Mereka diberi obat pereda nyeri, gatal, dan panas yang umumnya muncul akibat sengatan ubur-ubur. Menurut Nugroho, para petugas SAR sudah berpengalaman menangani insiden semacam ini.
"Kalau tersengat ubur-ubur, rasanya gatal, panas, dan nyeri di kulit yang terkena. Penanganan cepat penting agar tidak berlarut," ujarnya.
BACA JUGA: Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Diserang Ubur-Ubur
Ia menjelaskan, ubur-ubur biasanya muncul di sepanjang pantai selatan pada musim timuran, yakni Juni hingga Agustus, ketika suhu air laut menurun, angin kencang, dan gelombang tinggi terjadi. Kondisi ini mendorong ubur-ubur menepi ke pantai.
Selain patroli dan imbauan agar pengunjung tidak bermain air di zona berbahaya seperti palung laut, petugas juga rutin menyisir dan mengubur ubur-ubur yang terdampar di pasir.
"Apalagi sekarang musim libur sekolah. Kunjungan wisatawan meningkat dan risiko tersengat juga makin tinggi," ucap Nugroho.
Sementara, anggota SAR Satlinmas Wilayah IV, Tri Juwanto mengungkapkan bahwa ubur-ubur juga menjadi ancaman bagi nelayan. Meskipun sudah terbiasa, nelayan tetap bisa tersengat saat menarik jaring.
"Kalau sudah musim paceklik seperti sekarang, banyak nelayan tidak melaut. Tapi ubur-ubur tidak hanya di tepi pantai, mereka juga bertebaran di tengah laut. Kadang tersangkut di jaring tanpa disadari, lalu menyengat tangan nelayan," jelasnya.
SAR Satlinmas mengimbau wisatawan agar waspada selama musim timuran dan tidak sembarangan bermain air, khususnya anak-anak. Warga dan nelayan juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.