Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Arsip-Tanaman bawang merah. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kondisi kemarau basah atau musim kemarau yang turun hujan masih berlangsung di Kabupaten Kulonprogo. Alhasil petani harus menyiapkan sejumlah upaya ketika masa tanam masuki palawija. Lantaran palawija akan sangat rentan ketika turun hujan.
Seperti misalnya yang dilakukan Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Sumber Makmur, Srikayangan, Sentolo. Ketua Gapoktan Sumber Makmur, Sunardi menyampaikan, biasanya akan diberikan parit di keliling tanaman yang ditanami. Parit tersebut berfungsi sebagai penampuan air ketika turun hujan.
"Penanganan itu khususnya untuk tanaman bawang merah. Nanti air yang tertampung di parit disedot," katanya, Minggu (6/7/2025). Setelah dilakukan disedot airnya dibuang ke saluran drainase.
Kemarau basah bukan hal baru bagi petani sehingga bisa dihadapi. Sunardi menuturkan, beberapa tahun lalu juga sudah pernah mengalaminya. "Terhitung bisa terkendali tanam palawija meskipun kemarau basah. Bukan hambatan yang sulit," tuturnya.
BACA JUGA: Tak Hanya SMP Negeri, Kekurangan Siswa di Kulonprogo Juga Terjadi di Sekolah Swasta
Sunardi menjelaskan, musim tanam bawang merah hanya akan mengandalkan sumber air tanah. Lantaran tidak bisa mengandalkan saluran irigasi dari Kalibawang. Penyebabnya saluran irigasi tersebut sedang dihentikan sehingga tidak bisa memberikan air.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo menambahkan, dalam waktu dekat sejumlah petani akan masuk masa tanam palawija. Lantaran panen padi sudah dilakukan sehingga selanjutnya masuki musim tanam palawija. "Kemarau basah tidak masalah selama lahannya tidak sampai banjir atau menggenang," ungkapnya.
Bahkan, sekalipun hujannya turun dengan intensitas sering tidak masalah. Menurutnya, kondisi kemarau basah saat musim tanam palawija itu terjadi secara periodik. "Periodik tiga sampai empat tahun sekali pasti kemarau basah saat musim tanam palawija," jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Akhid Nur Hartono membenarkan, fase kemarau basah masih berlanjut di Kulonprogo. Memasuki Juli, dampak kemarau basah masih terlampau aman. Laporan dampak kejadiannya sudah berangsur berkurang.
Status tanggap darurat bencana hidrometerologi yang berakhir 30 Juni lalu tidak diperpanjang. "Kemarau basah masih berlangsung saat ini belum ada laporan apapun," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Aston Villa menjalani latihan di GBK jelang menghadapi Indonesia All Stars. John McGinn, Alejandro Garnacho, dan Joao Gomes ikut berlatih.
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
Orang tua korban Little Aresha Daycare meminta Presiden Prabowo mengawal penanganan kasus dan mendorong pengusutan pihak struktural.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.