Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus leptospirosis mengalami lonjakan signifikan khususnya di Kota Jogja mengakibatkan sejumlah pasien meninggal dunia. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengimbau masyarakat jika muncul gejala leptospirosis segera diperiksakan.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, menjelaskan kasus leptospirosis sangat berkaitan dengan faktor perilaku dan lingkungan, karena ditularkan oleh tikus. “Di perkotaan berkaitan dengan masalah persampahan dan kebersihan got atau gorong-gorong,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025)
Sedangkan jika di wilayah pedesaan, berkaitan dengan sektor pertanian. Kolaborasi semua stakeholder sangat dibutuhkan untuk pencegahan maupun pengendalian kasus leptospirosis. “Masyarakat juga diharapkan lebih peduli, memperhatikan terhadap tanda dan gejala dari penyakit ini sehingga tidak terlambat mengakses pelayanan kesehatan,” katanya.
Masyarakat perlu mengetahui dan memperhatikan gejala yang timbul pada penyakit leptospirosis. Jika mengalami gejala seperti panas atau demam, pusing, mual dan muntah, setelah beraktivitas yang berkaitan dengan sampah, kotoran, got, sawah, sebaiknya perlu mewaspadai.
Ketika timbul gejala-gejala tersebut dan dicurigai karena aktivitas yang berisiko itu, maka diimbau untuk segera mengakses layanan kesehatan. “Jangan sampai terlambat sehingga segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sehingga dapat mencegah terjadinya kematian,” ungkapnya.
Sebelumnya, kasus leptospirosis melonjak di Kota Jogja. Setidaknya sebanyak 19 ditemukan yang tersebar di Kemantren Mantrijeron, Mergangsan, Gondokusuman, Kotagede, Umbulharjo, Pakualaman, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Jetis dan Tegalrejo.
BACA JUGA: Ini Penyebab Banyak Kuota SD Negeri di Kota Jogja Belum Terpenuhi
Dari keseluruhan kasus tersebut, enam pasien meninggal dunia. Kasus meninggal dunia tersebut dengan rincian dari Pakualaman satu orang, Gedongtengen satu orang, Ngampilan dua orang, Wirobrajan dan Jetis masing-masing satu orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan