Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus leptospirosis mengalami lonjakan signifikan khususnya di Kota Jogja mengakibatkan sejumlah pasien meninggal dunia. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengimbau masyarakat jika muncul gejala leptospirosis segera diperiksakan.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, menjelaskan kasus leptospirosis sangat berkaitan dengan faktor perilaku dan lingkungan, karena ditularkan oleh tikus. “Di perkotaan berkaitan dengan masalah persampahan dan kebersihan got atau gorong-gorong,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025)
Sedangkan jika di wilayah pedesaan, berkaitan dengan sektor pertanian. Kolaborasi semua stakeholder sangat dibutuhkan untuk pencegahan maupun pengendalian kasus leptospirosis. “Masyarakat juga diharapkan lebih peduli, memperhatikan terhadap tanda dan gejala dari penyakit ini sehingga tidak terlambat mengakses pelayanan kesehatan,” katanya.
Masyarakat perlu mengetahui dan memperhatikan gejala yang timbul pada penyakit leptospirosis. Jika mengalami gejala seperti panas atau demam, pusing, mual dan muntah, setelah beraktivitas yang berkaitan dengan sampah, kotoran, got, sawah, sebaiknya perlu mewaspadai.
Ketika timbul gejala-gejala tersebut dan dicurigai karena aktivitas yang berisiko itu, maka diimbau untuk segera mengakses layanan kesehatan. “Jangan sampai terlambat sehingga segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sehingga dapat mencegah terjadinya kematian,” ungkapnya.
Sebelumnya, kasus leptospirosis melonjak di Kota Jogja. Setidaknya sebanyak 19 ditemukan yang tersebar di Kemantren Mantrijeron, Mergangsan, Gondokusuman, Kotagede, Umbulharjo, Pakualaman, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Jetis dan Tegalrejo.
BACA JUGA: Ini Penyebab Banyak Kuota SD Negeri di Kota Jogja Belum Terpenuhi
Dari keseluruhan kasus tersebut, enam pasien meninggal dunia. Kasus meninggal dunia tersebut dengan rincian dari Pakualaman satu orang, Gedongtengen satu orang, Ngampilan dua orang, Wirobrajan dan Jetis masing-masing satu orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.