Sekolah Rakyat Gulurejo Kekurangan Guru, Disdikpora Turun Tangan
Disdikpora Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk Sekolah Rakyat Gulurejo sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Warung Kopi Puncak Menoreh. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo mendorong adanya pengembangan wilayah utara yang meliputi Kapanewon Nanggulan, Kalibawang, Girimulyo, dan Samigaluh agar perekonomiannya lebih menggeliat. Saat ini kawasan utara Kulonprogo tersebut masih minim fasilitas penunjang yang memiliki dampak geliat perekonomian.
Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono menilai, kehadiran seperti RS ditambah adanya semacam pusat perbelanjaan dan kampus dapat memantik perekonomian di empat kapanewon tersebut. Tidak perlu harus ke luar Kulonprogo karena selama ini seringnya kantong perekonomian di daerah penyangga sekitar.
"Seperti Magelang, Minggir, Sleman atau Purworejo. Ketika Kulonprogo utara dikembangkan nantinya dari daerah tersebut malah masuk dan perekonomian masyarakat bergerak," ujar Politisi Partai Gerindra ini, Senin (4/8/2025).
BACA JUGA: Kejagung Sita Uang dan Mobil Mewah Milik Riza Chalid
Dia menuturkan, kehadiran Bandara YIA belum terasa sampai Kulonprogo utara. Dampaknya yang paling terasa di Kulonprogo selatan hingga sampai Wates saja. Menurutnya, pembangunan di daerah utara Kulonprogo masih tertinggal dibanding sisi selatan.
"Di utara butuh pembangunan karena ekonomi di empat kecamatan ini keluar Kulonprogo. Kehadiran fasilitas seperti RS, pusat perbelanjaan, dan kampus akhirnya sehingga dapat efek ekonomi langsung," katanya.
Selain itu, kehadiran kampus juga sebagai upaya pemenuhan aspek pendidikan bagi warga setempat. Wilayah utara dapat dikembangkan seperti wilayah perkotaan Wates sehingga geliat ekonominya menjadi lebih bergairah.
Menurutnya, aspek infrastruktur juga harus menjadi perhatian utamanya berkait jalan. "Dorongan ini bukan tanpa alasan tetapi saya sudah mendengar aspirasi dari banyak masyarakat di empat kecamatan tersebut," ungkapnya.
Infrastruktur jalan yang memadai dan baik menjadi kebutuhan utama apalagi di bagian utara juga banyak destinasi wisata yang cukup terkenal. Infrastruktur jalan yang mulus dapat menunjang wisatawan nyaman berkunjung. Apalagi kondisinya di wilayah utara Kulonprogo ini perbukitan dan banyak jalan berkelok untuk menuju destinasi wisata.
BACA JUGA: Tarif Trump Berlaku 7 Agustus, Begini Siasat Disperindag DIY
"Pengembangan perkotaan di wilayah utara dapat memfasilitasi warga setempat berdaya secara ekonomi dengan membuka usaha UMKM. Investor dipermudah untuk menanamkan modal," ucapnya.
Lajiyo beralasan pengembangan di wilayah Utara Kulonprogo tidak hanya perihal pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melainkan juga menangkap peluang yang belum diisi wilayah yang bertetangga dengan Kulonprogo. Kehadiran pusat perbelanjaan atau rumah sakit dapat menjadi pasar baru karena di daerah tetangga Kulonprogo belum ada.
"Sehingga menyedot dari Purworejo, Magelang atau Minggir masuk ke wilayah utara Kulonprogo ini," tegas Lajiyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk Sekolah Rakyat Gulurejo sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meraih penghargaan sebagai Pelopor Industri Herbal Berkelanjutan & Kemitraan Lokal dalam ajang JBBA 2026
Gerakan Nurani Bangsa menyoroti turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah saat bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen.
Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1950 menjadi landasan hukum yang menegaskan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah istimewa setingkat provinsi
Google beri 5 peringatan berbahaya di Android: malware, phishing, dan situs mencurigakan. CEO Google juga ingatkan bahaya sideloading aplikasi.