DPRD Sleman Minta EWS Merapi Dipastikan Berfungsi
DPRD Sleman meminta BPBD memastikan sirene EWS Merapi berfungsi serta mengecek jalur evakuasi dan kesiapan logistik pengungsian.
Forum Group Discussion (FGD) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Jogja yang berlangsung di Ruang Yudistira, Balai Kota Jogja, Selasa (5/8/2025)/ Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat kemiskinan di Kota Jogja mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Pemkot Jogja mengaku beberapa program telah dicanangkan untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.
BPS Kota Jogja mencatat angka kemiskinan di Kota Jogja mencapai 6,26% tahun 2024 atau menurun 0,23% dibandingkan dengan tahun 2023. Sementara kemiskinan ekstrem tahun 2024 menurun 0,17% dibandingkan dengan tahun 2023.
BACA JUGA: Warga Miskin di DIY 10,23 Persen, Penanganan Butuh Data Akurat
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan angka kemiskinan tersebut menjadi salah satu indikator makro pembangunan, atau menjadi rapor pembangunan yang harus dicapai.
“Karena itu agenda penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu fokus utama Pemkot Jogja mendukung kesejahteraan masyarakat yang adil dan inklusif,” katanya, Selasa (5/8/2025).
Selain itu menurut Hasto, pendekatan kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif individu, lembaga, dan yayasan untuk menjadi orangtua asuh bagi anggota keluarga miskin yang membutuhkan dukungan secara ekonomi maupun sosial juga dilakukan.
Dia menuturkan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup. Dia menuturkan program tersebut akan dikolaborasikan dengan Orangtua Asuh Keluarga Miskin dan Satu Kampung Satu Perguruan Tinggi.
Selain itu, Hasto menyebut ada penumbuhan wirausaha muda yang dilakukan untuk mendorong penurunan angka kemiskinan di Kota Jogja. Dia menyebut hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan pada generasi muda berfokus menciptakan kemandirian, kreativitas, dan inovasi bagi pemuda sekaligus usaha baru dari pemuda.
“Program [penumbuhan wirausaha muda] ini juga akan dikolaborasikan dengan Orangtua asuh keluarga miskin,” katanya.
Kemudian menurut Hasto, Pemkot Jogja juga berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperbaiki kondisi rumah dan lingkungan permukiman.
“Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti bedah rumah, penataan kampung, dan penyediaan fasilitas dasar yang layak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Warta.Jogjakota
DPRD Sleman meminta BPBD memastikan sirene EWS Merapi berfungsi serta mengecek jalur evakuasi dan kesiapan logistik pengungsian.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.
MA membatalkan konferensi pers putusan kasasi perkara suket ijazah SMA Gibran karena belum menerima salinan putusan nomor 742 K/TUN/2026.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.