Kemarau Panjang di Pengasih Kulonprogo Bikin Sungai Klampok dan Plelen Mengering
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo mendeteksi adanya upaya serangan siber yang menyasar peretasan website menembus angka 276.003 kali dari Januari hingga JUli 2025 atau tujuh bulan terakhir. Oleh karena itu keamanan siber terus diperkuat untuk melakukan antisipasi serangan.
Bahkan Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan turut menjadi korban keganasan serangan siber lewat peretasan nomor Whatsap pribadinya. Salah satu upaya pencegahan di antarany melalui sosialisasi melibatkan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat kalurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA: PCA Ngampilan Gelar Edukasi Kewaspadaan Kejahatan Digital
Keamanan siber terhadap website resmi pemerintahan di Kulonprogo juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam tujuh bulan terakhir Pemkab Kulonprogo mendapatkan serangan siber ratusan ribu kali, namun berhasil diantisipasi.
"Berdasarkan data sistem keamanan kami setidaknya hingga Juli 2025 website Pemkab Kulonprogo mendapat percobaan serangan mencapai 276.003 upaya peretasan dari dalam dan luar negeri," ujar Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan, Kamis (21/8/2025).
Sosialisasi yang dilakukan menyasar pemerintah kalurahan, perangkat daerah dan masyarakat luas ini menjadi bagian penting untuk mengantisipasi serangan siber.
Pasalnya upaya serangan yang dilakukan membobol sistem situs pemerintahan. Namun, Agung Kurniawan mengaku serangan yang masuk dapat diatas dan tidak menimbulkan kerugian. Lantaran memang Diskominfo Kulonprogo sudah menyiapkan sistem keamanan untuk website pemerintah agar tidak mudah diretas. "Pengamanan situs pemerintah lebih ditingkatkan termasuk perkuat sistem penyimpanan data cadangan," katanya.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menambahkan pentingnya kesadaran bersama terkait keamanan informasi di era digital. Menurutnya, potensi kejahatan siber harus diwaspadai. Sebab penyalahgunaan data informasi menjadi ancaman serius bagi siapa saja.
BACA JUGA: Kota Jogja Siapkan 3 Ribu Dosis Vaksinasi Rabies Gratis
"Di era digital, informasi menjadi aset penting dan berharga sehingga harus menjaga kerahasiaan dan ketersediaan informasi agar tetap bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Apalagi di jejaring media sosial jangan sampai ada penyebaran informasi yang salah. Lantaran jika demikian akan terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.