Arung Progo Festival 2026 Siap Digelar, Kulonprogo Bidik Wisatawan
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo mendeteksi adanya upaya serangan siber yang menyasar peretasan website menembus angka 276.003 kali dari Januari hingga JUli 2025 atau tujuh bulan terakhir. Oleh karena itu keamanan siber terus diperkuat untuk melakukan antisipasi serangan.
Bahkan Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan turut menjadi korban keganasan serangan siber lewat peretasan nomor Whatsap pribadinya. Salah satu upaya pencegahan di antarany melalui sosialisasi melibatkan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat kalurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA: PCA Ngampilan Gelar Edukasi Kewaspadaan Kejahatan Digital
Keamanan siber terhadap website resmi pemerintahan di Kulonprogo juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam tujuh bulan terakhir Pemkab Kulonprogo mendapatkan serangan siber ratusan ribu kali, namun berhasil diantisipasi.
"Berdasarkan data sistem keamanan kami setidaknya hingga Juli 2025 website Pemkab Kulonprogo mendapat percobaan serangan mencapai 276.003 upaya peretasan dari dalam dan luar negeri," ujar Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan, Kamis (21/8/2025).
Sosialisasi yang dilakukan menyasar pemerintah kalurahan, perangkat daerah dan masyarakat luas ini menjadi bagian penting untuk mengantisipasi serangan siber.
Pasalnya upaya serangan yang dilakukan membobol sistem situs pemerintahan. Namun, Agung Kurniawan mengaku serangan yang masuk dapat diatas dan tidak menimbulkan kerugian. Lantaran memang Diskominfo Kulonprogo sudah menyiapkan sistem keamanan untuk website pemerintah agar tidak mudah diretas. "Pengamanan situs pemerintah lebih ditingkatkan termasuk perkuat sistem penyimpanan data cadangan," katanya.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menambahkan pentingnya kesadaran bersama terkait keamanan informasi di era digital. Menurutnya, potensi kejahatan siber harus diwaspadai. Sebab penyalahgunaan data informasi menjadi ancaman serius bagi siapa saja.
BACA JUGA: Kota Jogja Siapkan 3 Ribu Dosis Vaksinasi Rabies Gratis
"Di era digital, informasi menjadi aset penting dan berharga sehingga harus menjaga kerahasiaan dan ketersediaan informasi agar tetap bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Apalagi di jejaring media sosial jangan sampai ada penyebaran informasi yang salah. Lantaran jika demikian akan terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi
Waspada! McAfee mengungkap 15 aplikasi Android berbahaya yang diduga dapat mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna. Cek daftarnya di sini.
Presiden Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus baru Kejaksaan Agung. Berikut profil, rekam jejak, dan perjalanan karier jaksa senior yang pernah menangani
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler