8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Transmigrasi akhirnya hanya memberikan kuota transmigrasi sebanyak 15 KK untuk Provinsi DIY pada 2025. Kuota itu telah dibagi ke empat kabupaten/ kota di DIY. Hanya Kabupaten Sleman yang tidak mendapat alokasi.
Rinciannya, Kabupaten Bantul mendapat kuota tiga KK, Kulonprogo, lima KK, Gunungkidul tiga KK, dan Kota Jogja empat KK. Daerah penempatan ada di Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Elly tidak menjelaskan secara detail alasan Sleman tidak mendapat alokasi kuota. Dia hanya mengatakan realokasi kuota dari Pemerintah Pusat menjadi penyebabnya. Padahal, Provinsi DIY direncanakan mendapat kuota 35 KK.
“Sleman tidak dapat soalnya memang ada pengurangan alokasi jumlah penempatan transmigran yang diberangkatkan. Tahun ini DIY hanya dapat 15 KK saja,” kata Elly dihubungi, Jumat (19/9/2025).
BACA JUGA: Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Depok Bantul, Dua ABK Selamat
Di Kabupaten Sleman, ternyata ada 27 KK yang masuk daftar tunggu keberangkatan dan delapan KK direncanakan berangkat pada 2025. Dengan pengurangan kuota transmigrasi, delapan KK itu harus menunggu paling tidak setahun lagi.
Ditemui di kantornya, Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiyani, membenarkan bahwa Sleman tidak mendapat kuota transmigrasi pada 2025. Dia hanya mengikuti keputusan Kementerian Transmigrasi.
“Saya tidak perlu menjawab alasannya nanti malah saya kena komplain; yang jelas Sleman tidak dapat kuota tahun ini,” kata Epiphana, Jumat (19/9/2025).
Ada lima program unggulan transmigrasi, antara lain Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Patriot, Karya Nusantara, dan Goyong Royong.
Program transmigrasi yang Epiphana maksud adalah Karya Nusantara. Program ini berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi kawasan transmigrasi untuk menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Tidak hanya membangun infrastruktur, program ini mendorong tumbuhnya industri unggulan lokal seperti pertanian, perikanan, pengolahan, dan pariwisata, melalui kemitraan dengan dunia usaha, pelatihan SDM, dan pembangunan sentra ekonomi.
Dalam situs transmigrasi.go.id, disampaikan bawah tujuan Trans Karya Nusa adalah menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Epiphana juga menyinggung pembangunan Kabupaten Sleman yang pesat dan lebih maju daripada sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini menurut dia juga memengaruhi keputusan pemberian kuota transmigrasi. Selama ini permintaan untuk daerah penempatan paling banyak adalah Pulau Kalimantan.
“Seperti Transmigrasi Lokal itu tentunya memprioritaskan KK miskin di daerah setempat [daripada KK miskin daerah lain],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.