Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Transmigrasi akhirnya hanya memberikan kuota transmigrasi sebanyak 15 KK untuk Provinsi DIY pada 2025. Kuota itu telah dibagi ke empat kabupaten/ kota di DIY. Hanya Kabupaten Sleman yang tidak mendapat alokasi.
Rinciannya, Kabupaten Bantul mendapat kuota tiga KK, Kulonprogo, lima KK, Gunungkidul tiga KK, dan Kota Jogja empat KK. Daerah penempatan ada di Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Elly tidak menjelaskan secara detail alasan Sleman tidak mendapat alokasi kuota. Dia hanya mengatakan realokasi kuota dari Pemerintah Pusat menjadi penyebabnya. Padahal, Provinsi DIY direncanakan mendapat kuota 35 KK.
“Sleman tidak dapat soalnya memang ada pengurangan alokasi jumlah penempatan transmigran yang diberangkatkan. Tahun ini DIY hanya dapat 15 KK saja,” kata Elly dihubungi, Jumat (19/9/2025).
BACA JUGA: Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Depok Bantul, Dua ABK Selamat
Di Kabupaten Sleman, ternyata ada 27 KK yang masuk daftar tunggu keberangkatan dan delapan KK direncanakan berangkat pada 2025. Dengan pengurangan kuota transmigrasi, delapan KK itu harus menunggu paling tidak setahun lagi.
Ditemui di kantornya, Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiyani, membenarkan bahwa Sleman tidak mendapat kuota transmigrasi pada 2025. Dia hanya mengikuti keputusan Kementerian Transmigrasi.
“Saya tidak perlu menjawab alasannya nanti malah saya kena komplain; yang jelas Sleman tidak dapat kuota tahun ini,” kata Epiphana, Jumat (19/9/2025).
Ada lima program unggulan transmigrasi, antara lain Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Patriot, Karya Nusantara, dan Goyong Royong.
Program transmigrasi yang Epiphana maksud adalah Karya Nusantara. Program ini berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi kawasan transmigrasi untuk menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Tidak hanya membangun infrastruktur, program ini mendorong tumbuhnya industri unggulan lokal seperti pertanian, perikanan, pengolahan, dan pariwisata, melalui kemitraan dengan dunia usaha, pelatihan SDM, dan pembangunan sentra ekonomi.
Dalam situs transmigrasi.go.id, disampaikan bawah tujuan Trans Karya Nusa adalah menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Epiphana juga menyinggung pembangunan Kabupaten Sleman yang pesat dan lebih maju daripada sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini menurut dia juga memengaruhi keputusan pemberian kuota transmigrasi. Selama ini permintaan untuk daerah penempatan paling banyak adalah Pulau Kalimantan.
“Seperti Transmigrasi Lokal itu tentunya memprioritaskan KK miskin di daerah setempat [daripada KK miskin daerah lain],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.