Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul berencana menetapkan status siaga darurat bencana seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan tahun ini. Dengan status itu, pemerintah dimungkinkan mempercepat koordinasi lintas instansi tanpa harus menunggu status darurat penuh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Bambang Huda Riyanto, menyebut, dengan status siaga darurat, penggunaan dana untuk penanganan bencana masih menggunakan anggaran taktis dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Anggaran bisa digunakan cepat dari dana taktis di masing-masing OPD seperti Dinas Sosial, DPUPKP, dan Dinas Kesehatan,” kata Bambang, Kamis (30/10/2025).
BPBD Bantul, kata dia, telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak jauh hari seiring dengan meningkatnya intensitas hujan. Menurut Bambang, seluruh upaya dilakukan berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Bantul yang sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2025.
Langkah konkret yang sudah dijalankan antara lain sosialisasi ke masyarakat dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pelatihan bersama instansi seperti Kodim, Polres, dan pemerintah kalurahan, hingga monitoring kesiapan desa-desa rawan bencana.
“Kami sudah keliling sampai ke kapanewon ke-10, nanti dilanjutkan lagi sampai akhir tahun,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, potensi bencana hidrometeorologi di Bantul meliputi banjir, longsor, pohon tumbang, dan angin kencang. Kawasan Imogiri menjadi titik paling rawan banjir akibat luapan Sungai Celeng dan Sungai Oyo yang kerap meluap bersamaan saat curah hujan tinggi.
Sementara untuk longsor, ancaman lebih besar terdapat di wilayah perbukitan dan kawasan pesisir selatan yang juga rawan abrasi dan gelombang tinggi.
“Kalau di selatan itu memang abrasi karena gelombang tinggi sudah terjadi beberapa kali,” kata Bambang.
Saat ini BPBD juga sudah mengaktifkan pos pemantauan banjir dan longsor di beberapa wilayah dengan riwayat bencana berulang.
“Kita berdoa semoga tidak terjadi bencana besar, tapi kesiapan tetap harus maksimal,” tutup Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.