Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Foto ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemotongan transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat membuat Dispora Sleman hanya bisa menaikkan bonus atlet Porda dan Peparda sebesar 5 persen. Padahal, awalnya rencana kenaikan bonus 10 persen.
Kepala Dispora Sleman, Heru Saptono, menjelaskan seluruh perangkat daerah di Sleman terkena pemangkasan anggaran sebesar 62 persen, termasuk Dispora. Untuk bonus atlet, kenaikan yang disetujui hanya 5 persen dari nilai bonus pada 2022.
“Setelah mempertimbangkan keterbatasan anggaran akibat pemotongan tersebut, kami memutuskan kenaikan hanya lima persen. Namun, kenaikan ini tetap yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY,” kata Heru, Senin (10/11/2025).
Heru menambahkan, pemberian bonus baru akan dilakukan pada akhir November 2025, setelah Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyelesaikan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman, Sukiman Hadiwijaya, mengungkapkan pihaknya awalnya mengajukan kenaikan dari Rp17 juta peraih emas menjadi Rp20 juta atau naik 13 persen. Usulan ini dinilai terlalu tinggi, sehingga Dispora mengajukan alternatif kenaikan 10 persen.
Setelah dimusyawarahkan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, disepakati kenaikan bonus sebesar 5 persen. Sukiman mengatakan KONI Sleman dapat memahami kondisi keuangan daerah tersebut. Ia berharap cabang olahraga (cabor) juga dapat memaklumi situasi ini, mengingat pemberian bonus merupakan kewenangan Pemkab.
“Kami mengajukan kenaikan bonus semaksimal mungkin, tapi akhirnya hanya dapat 5 persen. Saya sendiri belum tahu respons cabor seperti apa,” ujar Sukiman.
Terkait rencana pengembangan atlet pada 2026, ia menyatakan kejuaraan tingkat kabupaten akan tetap ada. Ketiadaan kompetisi olahraga tingkat provinsi memungkinkan KONI lebih fokus pada penambahan sarana dan prasarana olahraga.
“Kami akan melihat dari sisi prestasi untuk menentukan sasaran pembangunan tahun depan. Untuk hibah dana ke KONI, saya belum bisa berkomentar. Saat ini kami masih fokus pada bonus Porda,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari