Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, SLEMAN—DP3 Sleman mendorong kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Berbah dan Seyegan menjadi pemasok ikan untuk program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan dua Pokdakan pemasok ikan tersebut berada di Kapanewon Berbah dan Seyegan. Dalam sepekan, masing-masing kelompok dapat memasok 1 ton ikan lele.
“Kami mendorong juga kelompok lain agar bisa terlibat dalam program MBG. Rencananya ada enam kelompok lagi yang akan bekerja sama dengan SPPG [Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi],” kata Wilyada saat dihubungi, Selasa (11/11/2025).
Wilyada menambahkan, pasokan ikan memang hanya lele saja. Pilihan ini telah mempertimbangkan harga ikan, di mana lele jauh lebih murah dibandingkan dengan nila. Sebenarnya, kerja sama tidak terbatas pada pasokan ikan segar saja.
Ada juga satu kelompok pengolah dan pemasar ikan (Poklahsar) bernama Citra Rasa Seyegan yang ikut memasok kebutuhan ikan dalam bentuk olahan, yaitu wader krispi.
Guna mencukupi kebutuhan program MBG dan masyarakat secara luas, DP3 terus meningkatkan produksi ikan budidaya. Ia mengakui kebutuhan ikan masyarakat sangat tinggi. Salah satu upaya ini akan diwujudkan lewat sertifikasi ikan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Kami memang sudah bekerja sama dengan UGM. Kerja sama yang akan kami lakukan tahun depan itu peningkatan programnya saja. Sertifikasi menentukan kualitas induk ikan,” katanya.
Di lain pihak, Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman, Tony Lukito Triwibowo, mengatakan produksi ikan per Oktober 2025 mencapai 43.013 ton. Jika dilihat dari sisi waktu, produksi dua bulan pertama lebih banyak: Januari 6.394 ton dan Februari 7.309 ton. Adapun produksi paling sedikit terjadi pada September 2025 dengan 1.894 ton.
“Itu semua kami catat untuk jenis ikan Nila, Lele, Bawal, Gurami, Mas, Patin, Udang Galah, Tawes, dan Gabus,” kata Tony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari