BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mendorong penguatan kemandirian fiskal daerah usai pemotongan dana TKD dari pusat. Perumda Aneka Usaha diminta membuka unit bisnis baru untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar, pariwisata, dan peluang pendapatan lainnya.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, mengatakan pemotongan dana TKD sebesar Rp117 miliar dari pusat harus dijadikan spirit untuk mendorong kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, banyak sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kulonprogo yang perolehannya belum maksimal.
"Kami mendorong Pemkab salah satunya terkait Perumda Aneka Usaha untuk membentuk satu unit baru," katanya kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
Unit usaha baru ini, lanjut Aris, diarahkan pada sektor-sektor strategis.
"Itu berkaitan dengan optimalisasi pengelolaan pasar daerah dan juga pariwisata," tambah Aris.
Diharapkan pembukaan unit usaha baru dari Perumda Aneka Usaha ini dapat lebih optimal dalam menyumbang PAD bagi Kulonprogo, sehingga mampu mendorong kemandirian fiskal secara optimal.
Aris meminta agar penurunan dana TKD ini tidak menyurutkan semangat, tetapi sebaliknya menjadi pemicu untuk memaksimalkan retribusi dan pajak daerah agar lebih meningkat bagi Kulonprogo. Ia menyoroti potensi PAD yang belum tergarap maksimal.
"Kami tidak bilang bocor, tetapi belum maksimal. Retribusi pariwisata bisa [ditingkatkan]," ucap pria yang juga Politisi PDI Perjuangan ini.
Aris menuturkan, Perumda Aneka Usaha dapat mengelola aset vital seperti pasar daerah secara maksimal. Pasalnya, masih banyak kios yang kosong, seperti di Pasar Wates dan Pasar Bendungan. Selain itu, perlu ada penataan parkir yang berpotensi menambah pendapatan retribusi secara signifikan.
"Artinya ini perlu satu terobosan baru sehingga dalam rangka memaksimalkan kinerja Perumda Aneka Usaha harapannya itu diambil dengan membentuk satu unit usaha baru," tuturnya.
Selain pengelolaan pasar, Perumda Aneka Usaha juga disarankan untuk membentuk unit usaha baru dalam bentuk pengelolaan reklame atau iklan. Unit baru ini dipandang sebagai upaya untuk menangkap peluang bisnis baru yang dapat secara langsung meningkatkan PAD Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.