Parkir Berbayar Lapangan Beran Dikritik, DPRD Sleman Minta Kajian
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist/ BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman kembali mengingatkan masyarakat bahwa Status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem masih diberlakukan hingga Februari 2026. Warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menegaskan bahwa status tersebut masih aktif sejak ditetapkan pada Desember 2025. “Masih berlaku sampai dengan Februari. Itu tiga bulan dari Desember 2025,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kejadian hujan disertai angin kencang yang melanda Sleman pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Cuaca ekstrem itu menyebabkan puluhan pohon tumbang, menimpa rumah warga, kendaraan, serta menutup sejumlah akses jalan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman hingga pukul 17.05 WIB, kejadian tercatat di sejumlah kapanewon, di antaranya Mlati, Depok, Kalasan, Ngemplak, Gamping, dan Minggir.
Di Kapanewon Mlati, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Leres, Rajek Depok, Kalurahan Tirtoadi. Sementara di Kapanewon Depok, pohon tumbang terjadi di Jalan Selokan Mataram (Jalan Affandi), di Jalan Mirota yang mengenai kabel listrik, serta di Padukuhan Pasekan, Sembego, Maguwoharjo. Di lokasi terakhir, pohon waru berdiameter sekitar 35 sentimeter patah dan menimpa sepeda motor jenis PCX.
Kejadian serupa muncul di Kapanewon Kalasan, termasuk pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Tirtomartani. Angin kencang juga membuat genting dan wuwung rumah warga di Jetis, RT 07/RW 35, berterbangan. Di Ngemplak dan Gamping, beberapa pohon tumbang hingga menutup akses jalan, seperti di Lapangan Kayen Wedomartani, Donokitri Trihanggo, Jalan Munggur, serta kawasan Jakal KM 12 Sardonoharjo.
Di Kapanewon Minggir, pohon tumbang menimpa rumah warga di Klepu Kidul, Sendangmulyo. Kondisi berhasil ditangani cepat oleh petugas dan relawan.
BPBD Sleman bersama unsur terkait—termasuk PLN, pemerintah kalurahan, TNI, Polri, relawan, dan warga—turun langsung melakukan pemotongan pohon, pembersihan material, dan pembukaan akses jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Bambang meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan disertai angin kencang yang masih mungkin terjadi. “Cuaca ekstrem sewaktu-waktu dapat menimbulkan risiko. Kami imbau masyarakat tetap berhati-hati,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.