28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Pasar Sentul Jogja - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Lesunya aktivitas jual beli di Pasar Sentul seusai revitalisasi mendorong Pemerintah Kota Jogja menyiapkan kebijakan keringanan retribusi, dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan tidak ada kenaikan sewa lapak dan bahkan memberikan potongan agar pedagang tetap bertahan.
Keluhan pedagang mencuat karena pasar yang kini tampil lebih rapi justru belum diiringi peningkatan jumlah pengunjung. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran lantaran Pemkot Jogja sebelumnya merencanakan penyesuaian tarif sewa lapak pada tahun ini.
Hasto Wardoyo menegaskan, rencana tersebut dibatalkan. Pemkot tidak hanya menahan kenaikan, tetapi juga memberikan dispensasi pembayaran agar tidak memberatkan pedagang.
“Sudah kami diskusikan. Tidak ada kenaikan, malah ada diskon, khususnya untuk pedagang di lantai tiga,” katanya saat ditemui di Sungai Code, Rabu (21/1/2026).
Sebelum revitalisasi, pedagang Pasar Sentul menempati lapak dengan biaya retribusi bersubsidi sekitar Rp170.000 per bulan. Sementara tarif normal yang dipatok Pemkot Jogja untuk lapak kuliner mencapai Rp700.000 per bulan.
Menurut Hasto, revitalisasi pasar tidak cukup hanya menghadirkan bangunan yang bersih dan tertata. Upaya tersebut harus sejalan dengan jaminan bahwa roda ekonomi pedagang tetap berputar.
Ia mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja sebagai pengelola pasar untuk lebih kreatif menghadirkan kegiatan yang mampu menghidupkan kembali Pasar Sentul dan menarik arus pengunjung.
“Saya minta ada kreativitas, misalnya pasar murah atau kegiatan lain supaya pasar ramai dan menarik pengunjung,” katanya.
Di sisi lain, pedagang makanan ringan Pasar Sentul, Narsih, mengaku pendapatannya merosot tajam seusai revitalisasi.
“Kalau sekarang susah [pendapatan harian pedagang]. Sehari dapat untung Rp20.000 saja sudah sulit,” katanya.
Ia bercerita, sebelum direvitalisasi lapaknya berada di bagian depan pasar dengan ukuran lebih luas. Seusai penataan ulang, ia menempati lapak yang lebih sempit dan berada di bagian belakang. Posisi tersebut membuat dagangannya jarang dilirik pembeli.
“Dulu lapak saya dua kali lebih luas. Sekarang [ukuran lapak] cuma sekitar dua meteran dan di belakang. Pembeli juga jarang lewat,” katanya.
Narsih menyebut, sebelumnya pendapatan harian masih cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kini, ia kerap membawa bekal dari rumah untuk menghemat biaya makan siang selama berdagang.
“Kadang sehari tidak ada yang beli sama sekali. Jadi harus bawa sangu dari rumah,” katanya.
Ia juga menilai penataan jenis dagangan menjadi persoalan. Pengelompokan pedagang berdasarkan segmentasi dianggap menyulitkan pembeli.
“Sekarang semua diplot-plot. Dulu mau jual apa saja bebas. Sekarang tidak boleh,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang rujak es krim Pasar Sentul, Sri Rahayu. Dalam sehari, rata-rata hanya sekitar lima pembeli yang datang ke lapaknya. Kondisi itu membuat omzet hariannya tak sampai Rp100.000. Ia mengaku keberatan jika Pemkot Jogja tetap menaikkan retribusi sewa lapak.
“Kalau begini terus kami yang kesusahan,” katanya, di tengah upaya pedagang bertahan sembari menunggu pasar kembali hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest