Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan secara simbolis melakukan penanaman bibit kopi arabika yang merupakan bantuan dari Kementan untuk Poktan Marsudi Rahayu dari Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (21/1/2026). - dok/Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengembangan kopi arabika di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulonprogo, mulai diarahkan sebagai tumpuan baru penguatan ekonomi petani, seiring dukungan Kementerian Pertanian melalui bantuan bibit dan pendampingan teknis bagi kelompok tani setempat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan bibit kopi arabika oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kulonprogo kepada Kelompok Tani (Poktan) Marsudi Rahayu di Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.
Sebanyak 2.000 bibit kopi arabika ditanam di lahan seluas dua hektare. Poktan Marsudi Rahayu sendiri memiliki 18 anggota aktif yang selama ini mengembangkan usaha budidaya kambing peranakan etawa (PE) sekaligus mengelola kebun kopi. Ketua Poktan Marsudi Rahayu, Theodolus Supino, mengatakan kelompoknya telah berdiri sejak 2005 dan sebelumnya lebih banyak membudidayakan kopi robusta serta beternak kambing PE.
“Poktan Marsudi Rahayu sudah berdiri sejak 2005 yang selama ini lebih banyak membudidayakan kopi robusta dan beternak kambing PE,” ujar Supino kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, kelompok tani tersebut dibangun atas semangat kebersamaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Namun, fluktuasi harga ternak kambing PE yang cenderung menurun mendorong petani mencari alternatif usaha yang dinilai lebih menjanjikan dan berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, pertanian kopi menjadi pilihan strategis bagi Poktan Marsudi Rahayu.
Supino mengakui, pada awalnya terdapat keraguan untuk mengembangkan kopi arabika mengingat faktor ketinggian wilayah. Akan tetapi, pendampingan dari Kementan membuat para petani semakin mantap mengembangkan varietas kopi tersebut di Perbukitan Menoreh.
“Bibit kopi arabika ini menjadi harapan baru kami. Awalnya ragu karena daerah kami yang memiliki ketinggian wilayah. Namun, adanya pendampingan dari Kementan kami mantap mengembangkan arabika,” tegasnya.
Ia berharap, kopi arabika yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas unggulan sehingga pemasarannya tidak hanya terbatas pada pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo Agung Setyawan menuturkan, revitalisasi pertanian kopi di Perbukitan Menoreh merupakan bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berhasil mengakses hingga 50 ribu bibit kopi dari pemerintah pusat.
Bibit tersebut direncanakan akan ditanam secara bertahap untuk menggantikan tanaman kopi lama yang dinilai sudah kurang produktif. Agung menegaskan, kopi Menoreh memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi masyarakat lokal apabila dikelola secara terintegrasi.
“Kopi di Menoreh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sehingga ke depan pasar ekspor kita dorong dengan satu merek bersama kopi Menoreh,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penanaman bibit kopi arabika secara simbolis sebagai bagian dari program pengembangan tersebut. Agung menilai, melalui penanaman kopi arabika ini, petani di Padukuhan Patihombo tidak hanya menanam komoditas pertanian, tetapi juga menanam harapan akan masa depan pertanian rakyat yang lebih berdaya, berkelanjutan, dan bernilai tambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)