Parkir Berbayar Lapangan Beran Dikritik, DPRD Sleman Minta Kajian
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
RSUD Sleman - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman menyiapkan pembangunan gedung lima lantai guna memperkuat layanan subspesialis dan meningkatkan perannya sebagai rumah sakit rujukan.
Gedung tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan subspesialis lengkap, tidak hanya layanan spesialis umum, dengan penekanan pada kecepatan dan ketepatan pelayanan, termasuk penguatan unit stroke.
Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, mengungkapkan pembangunan sempat mengalami penundaan karena adanya penyesuaian regulasi keselamatan kebakaran. Perubahan ini merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008 tentang pemenuhan sarana keselamatan kebakaran pada bangunan gedung.
“Ada penyesuaian dengan Peraturan Menteri PU Nomor 26 Tahun 2008 tentang pemenuhan sarana keselamatan kebakaran. Perlu tiga saf kebakaran, masing-masing ada lift dan area bebas asap. Itu kekurangannya pada DED lama,” jelas Wisnu, Jumat (23/1/2026).
Perbaikan Detail Engineering Design (DED) beserta dokumen pendukung telah dimulai sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada 28 Januari 2026. Setelah DED final, RSUD Sleman akan segera mengajukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Wisnu memperkirakan seluruh dokumen administrasi dapat selesai pada Maret 2026, sehingga pengajuan ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan (DPUPKP) Sleman bisa segera dilakukan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, lelang konstruksi diproyeksikan berlangsung pada Juni atau Juli 2026, dengan pembangunan fisik dimulai pada Juli atau Agustus 2026. Penyesuaian DED turut berdampak pada peningkatan kebutuhan anggaran, di luar anggaran awal sebesar Rp122,7 miliar yang sebelumnya hanya mencakup struktur gedung.
Untuk menutup kekurangan pendanaan tersebut, RSUD Sleman berencana mengambil pinjaman dari Bank BPD DIY. Tambahan dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp45 miliar guna merealisasikan pembangunan gedung lima lantai secara menyeluruh.
“Kurang Rp45 miliar lagi untuk mendirikan gedung lima lantai. Kami sudah mempertimbangkan kemampuan cicilan termasuk bunga pinjaman,” lanjut Wisnu, seraya menegaskan pinjaman tersebut tidak akan mengganggu operasional rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung proyek tersebut. DPUPKP Sleman telah menyiapkan anggaran sekitar Rp90 miliar dari total anggaran bidang sebesar Rp144,41 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung RSUD Sleman.
“Kalau pembangunan tentu belum kami laksanakan. Proses perbaikan DED juga masih ditangani RSUD Sleman,” kata Haryadi.
Melalui percepatan pembangunan gedung lima lantai ini, RSUD Sleman menargetkan peningkatan signifikan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan, sehingga mampu menjawab kebutuhan rujukan medis masyarakat Sleman dan wilayah sekitarnya dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
WIG 2026 di Yogyakarta mengangkat cita rasa dan cerita kuliner Indonesia menjadi narasi global sekaligus mendorong ekonomi gastronomi.
Jusuf Hamka resmi menjadi anggota Wantimpres Prabowo. Simak profil, bisnis jalan tol, kiprah politik, dan perjalanan hidup Babah Alun.