Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pengurangan volume sampah di Kelurahan Cokrodiningratan terus diperkuat melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos), dengan fokus pada pengolahan sampah organik dan anorganik berbasis partisipasi warga.
Pengelolaan tersebut dijalankan melalui berbagai metode teknis di tingkat rumah tangga, mulai dari pemanfaatan biopori jumbo dan emberisasi untuk sampah organik hingga optimalisasi bank sampah untuk sampah anorganik, sehingga penanganan dilakukan sejak sumbernya.
Sekretaris Lurah Cokrodiningratan, Mukidah Suharini, menyampaikan warga telah menjalankan pengolahan sampah organik dan anorganik secara bertahap dalam kerangka program Mas Jos.
Menurutnya, metode biopori jumbo dan emberisasi dinilai cukup efektif dalam mengurangi beban sampah organik, sedangkan bank sampah menjadi solusi pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis.
"Partisipasi aktif warga menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," katanya, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, pihak kelurahan secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengolahan sampah di masyarakat.
Melalui monitoring tersebut, kelurahan dapat mengidentifikasi tingkat keterlibatan warga sekaligus memetakan kendala teknis yang muncul, sehingga solusi bisa segera diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Beberapa waktu lalu, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung terhadap praktik emberisasi yang diterapkan warga.
"Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan sampah berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan," imbuhnya.
Evaluasi lapangan itu juga bertujuan menilai efektivitas metode emberisasi dalam menekan volume sampah harian sekaligus memastikan standar pelaksanaan program Mas Jos tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Cokrodiningratan, Tri, mengimbau seluruh rumah tangga agar konsisten menerapkan metode pengolahan sampah sesuai skema Mas Jos.
Ia menekankan perlunya komitmen bersama agar cakupan program Mas Jos semakin luas dan dampaknya terhadap pengurangan sampah di Cokrodiningratan semakin signifikan.
"Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk terus memperluas cakupan dan keberhasilan program [Mas Jos] pengelolaan sampah tersebut," katanya.
Penguatan pengolahan sampah melalui program Mas Jos di Cokrodiningratan diharapkan mampu menjaga lingkungan tetap bersih, menekan volume sampah secara berkelanjutan, serta memperkuat budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga sebagai bagian dari gerakan kolektif warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.