Kokap Andalkan Potensi Lokal dan Kopi Roro untuk Tangani Kemiskinan
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Wings Air resmi buka kembali rute YIA Kulonprogo–Bandung tiap hari, dorong pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wings Air resmi membuka kembali rute penerbangan langsung YIA Kulonprogo–Bandung (BDO) mulai Rabu (11/2/2026) dengan frekuensi setiap hari. Pembukaan rute Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)–Bandara Husein Sastranegara (BDO) ini memperkuat konektivitas udara antara dua pusat budaya dan ekonomi di Pulau Jawa.
Langkah ini menandai kembalinya akses penerbangan langsung yang sebelumnya sempat dinantikan masyarakat. Dengan frekuensi tujuh kali dalam sepekan atau terbang setiap hari, rute tersebut diproyeksikan menjadi penggerak mobilitas wisatawan, pelaku usaha, hingga akademisi antarprovinsi.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pembukaan rute ini merupakan bagian dari konsep connected routes yang dikembangkan maskapai. Bandung tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan pendidikan di Jawa Barat.
“Kami memastikan Bandung kembali hadir dalam peta konektivitas udara nasional. Selain itu, rute ini diproyeksikan menjadi ‘jembatan udara’ bagi penumpang dari luar Pulau Jawa yang ingin menuju pusat Kota Bandung melalui titik transit yang lebih ringkas di YIA,” jelas Danang kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Dalam pengoperasiannya, Wings Air mengandalkan pesawat turboprop berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. Menurut Danang, armada tersebut dinilai optimal untuk rute jarak pendek dan menengah karena efisien tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.
Sejalan dengan tren digitalisasi layanan penerbangan, Wings Air juga memfasilitasi penumpang melalui aplikasi Book Cabin. Melalui platform tersebut, penumpang dapat melakukan pemesanan tiket sekaligus check-in mandiri secara praktis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Sutarman, menilai pembukaan kembali rute penerbangan YIA–Bandung menjadi momentum penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Ia menyebut Bandung dan Yogyakarta sama-sama dikenal sebagai kota dengan karakter kuat di bidang pendidikan, industri kreatif, serta destinasi wisata unggulan.
“Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan mampu mendorong mobilitas wisatawan, pelaku usaha, serta komunitas lintas daerah,” tuturnya.
Rute penerbangan langsung YIA Kulonprogo–Bandung ini disambut positif karena diyakini berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, pergerakan ekonomi lokal, serta penguatan posisi YIA sebagai pintu gerbang pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini, Dispar Kulonprogo juga tengah mengembangkan paket wisata menuju destinasi utama yang dikombinasikan dengan kunjungan wisata lokal daerah guna memaksimalkan potensi arus penumpang dari rute tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.