Patangpuluhan Perkuat Gizi Keluarga demi Pertahankan Nol Stunting
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.
Suasana di Terminal Giwangan, Jogja, pada Kamis (12/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Terminal Giwangan menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Idulfitri 2026. Terminal tipe A tersebut diperkirakan dapat melayani 10.000 hingga 15.000 pemudik per hari saat puncak arus mudik.
Kepala UPT Terminal Giwangan Sigit Saryanto mengatakan kapasitas ruang tunggu terminal telah diperluas guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, khususnya dari program mudik gratis yang diselenggarakan berbagai instansi.
“Kami menambah ruang tunggu yang semula kapasitas sekitar 300 sampai 500 orang, sekarang bisa menampung hingga 1.000 orang. Dengan harapan dapat mengakomodasi penumpang mudik gratis dari berbagai pihak,” kata Sigit saat ditemui di Terminal Giwangan, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, program mudik gratis yang terdata berasal dari berbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian. Jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 6.000 orang, belum termasuk program mudik gratis dari perusahaan swasta maupun BUMN.
Dengan tambahan tersebut, Terminal Giwangan diprediksi dapat menerima 10.000–15.000 penumpang per hari khusus arus mudik, di luar penumpang reguler.
Terminal juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi penumpang, seperti ruang laktasi untuk ibu menyusui serta area bermain anak.
Dua Periode Puncak Mudik
Sigit menjelaskan pihaknya telah memprediksi dua periode puncak arus mudik tahun ini.
Puncak pertama diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini, sedangkan puncak kedua berlangsung pada pekan depan menjelang cuti bersama.
“Kita ada dua kali puncak. Mungkin di akhir pekan ini sekitar Jumat, Sabtu, Minggu menjadi puncak pertama. Kemudian minggu berikutnya sekitar tanggal 17 sampai 18, karena cuti bersama tanggal 19,” ujarnya.
Dari sisi armada, ketersediaan bus dinilai masih mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 1.400 armada bus reguler yang beroperasi di Terminal Giwangan.
Lalu lintas harian bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) tercatat sekitar 360 hingga 400 unit setiap hari. Jika terjadi lonjakan penumpang, perusahaan otobus juga menyiapkan armada cadangan, bahkan bus pariwisata dapat dikerahkan untuk membantu layanan.
Untuk menjamin keselamatan perjalanan, pemeriksaan kelayakan bus atau ramp check terus dilakukan secara rutin melalui sistem digital Terminal Online System (TOS).
Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau data kendaraan secara langsung, termasuk perusahaan otobus, status trayek, hingga masa berlaku uji KIR.
“Begitu data bus masuk, sudah kelihatan dari PO mana, trayeknya hidup atau tidak, kemudian KIR-nya masih berlaku atau tidak,” kata Sigit.
Penumpang Diprediksi Naik 20%
Berdasarkan catatan sementara, hingga Rabu (11/3/2026) jumlah penumpang yang datang ke Terminal Giwangan tercatat sekitar 6.000 orang, sedangkan penumpang yang berangkat mencapai sekitar 4.500 orang.
Sigit memperkirakan jumlah penumpang mudik tahun ini akan meningkat sekitar 20% dibandingkan beberapa tahun terakhir.
“Indikatornya karena masyarakat yang sebelumnya naik dari pool atau agen sekarang sudah banyak yang kembali menggunakan terminal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.