PSEL Piyungan Butuh 1.000 Ton Sampah, Bantul Kebagian 250 Ton
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul harus berjibaku menghadapi beragam modus wisatawan yang mencoba masuk tanpa membayar tiket, Kamis (26/3/2026).
Di tengah arus kunjungan yang masih padat lancar, ketegangan di lapangan sering kali tak terhindarkan akibat ulah pengunjung yang tidak kooperatif.
Situasi di gerbang masuk ikon wisata Bantul ini diwarnai aksi adu argumen hingga tindakan nekat pengendara yang menerobos penjagaan.
Salah satu petugas TPR Parangtritis, Awal, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan yang meluapkan emosi karena menilai tarif retribusi terlalu mahal atau sekadar mencari alasan klasik agar bisa melintas gratis.
"Alasannya klasik, mau silaturahmi ke keluarganya di Parangtritis, namun ketika kita tanya lebih dalam wisatawan itu tak bisa menjawab dan akhirnya marah-marah," ujar Awal.
Ia menambahkan, jika ada yang nekat menerobos dengan kecepatan tinggi, petugas terpaksa mengalah demi keselamatan nyawa agar tidak tertabrak kendaraan.
Modus lain yang sering ditemui adalah wisatawan yang mengaku hanya numpang lewat menuju ke arah Kabupaten Gunungkidul atau Pacitan, namun kenyataannya justru berbelok ke area pantai.
Petugas lapangan, Roni, menyebutkan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan meski fasilitas di lokasi TPR dinilai belum sepenuhnya representatif untuk mendukung kinerja maksimal para personel.
Kondisi sarana prasarana yang kurang memadai ini pun telah diketahui oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Kepala Dinas Pariwisata hingga Bupati Bantul.
Koordinator TPR Parangtritis, Rohmad, berharap kontribusi besar sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dibarengi dengan peningkatan fasilitas di titik-titik pemungutan retribusi.
"Saya berharap dengan PAD dari sektor pariwisata ini ke depan keberadaan TPR termasuk sarana dan prasarana lebih diperhatikan pemerintah," tutur Rohmad.
Menurutnya, fasilitas yang nyaman akan membantu petugas bekerja lebih optimal dalam mengejar target penerimaan negara, terutama pada momen libur panjang seperti Lebaran 2026 saat ini.
Meski dibantu pengamanan dari unsur TNI dan Polri, dinamika di lapangan tetap menguras kesabaran para petugas yang berjaga selama 24 jam.
Para petugas menegaskan akan tetap bekerja maksimal dan menyerahkan seluruh hasil serta evaluasi kinerja kepada pimpinan demi kelancaran arus wisata di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.