Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Museum Terbuka Bakalan, Cangkringan, Sleman. /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN— Rencana penarikan retribusi di Museum Terbuka Bakalan mulai disiapkan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan lereng Merapi. Meski demikian, kebijakan tersebut masih sebatas wacana dan belum diterapkan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyebut saat ini fokus utama masih pada pembenahan fasilitas dan peningkatan daya tarik museum sebelum tiket masuk benar-benar diberlakukan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, menjelaskan pengelolaan museum berada di bawah Dispar, sehingga pengembangan dibiayai melalui anggaran dinas tersebut.
“Saat ini kami masih dalam tahap pengusulan anggaran untuk meningkatkan daya tarik museum. Retribusi belum diberlakukan, tetapi Badan Keuangan dan Aset Daerah sudah meminta kami mempersiapkannya sebagai objek retribusi,” kata Irawati, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, penarikan retribusi nantinya hanya berlaku bagi wisatawan yang masuk ke area museum. Sementara wisatawan yang sekadar melintas menggunakan jip tidak akan dikenai biaya.
“Retribusi hanya dikenakan bagi wisatawan yang masuk ke area museum. Jika hanya melintas dengan jip, tidak dikenai biaya,” jelasnya.
Saat ini, Museum Terbuka Bakalan mulai menjadi titik singgah wisata, terutama bagi wisatawan jip yang melintasi kawasan tersebut. Pengunjung juga dapat melihat jejak erupsi Gunung Merapi, termasuk aliran piroklastik.
Pada libur Lebaran 2026, museum ini sudah menerima kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk dari Surabaya serta lima wisatawan asal China.
Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Wilayah Barat, Dardiri, menyatakan tidak keberatan dengan rencana retribusi. Namun, ia menilai peningkatan fasilitas dan koleksi harus menjadi prioritas.
“Kalau mau menarik retribusi, fasilitas dan koleksi harus dilengkapi. Saat ini kondisinya masih cenderung kosong, jadi belum banyak yang bisa ditawarkan. Meski begitu, pengunjung sudah mulai datang dan masih gratis,” kata Dardiri.
Ia menjelaskan, museum yang dulunya merupakan rumah warga terdampak erupsi Merapi kini telah menjadi bagian dari rute wisata jip dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, sektor wisata jip di lereng Merapi mengalami penurunan kunjungan sejak Lebaran 2025. Lonjakan wisatawan bahkan hanya terjadi dalam waktu singkat.
“Jumlah jip juga semakin banyak. Mungkin sudah mulai jenuh, ditambah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.
Saat ini, jumlah jip wisata di wilayah barat mencapai sekitar 600 unit, sementara di wilayah timur sekitar 900 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat