Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Massa aksi Aliansi Mei Melawan (AMEL) sedang bersiap melakukan long march ke DPRD DIY dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA — Peringatan Hari Buruh Internasional di DIY pada Jumat (1/5/2026) diwarnai dinamika di lapangan. Aksi yang digelar Aliansi Mei Melawan sejak pagi disebut menghadapi intervensi dari sejumlah kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) saat massa mulai berkumpul di kawasan Malioboro.
Humas AMEL, Rifal Umbu Djawa, menyampaikan bahwa sejak awal mobilisasi di bekas area parkir ABA Malioboro, massa didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas. Mereka meminta peserta aksi tidak melanjutkan long march menuju kawasan Titik Nol Kilometer dengan alasan adanya agenda kebudayaan di lokasi tersebut.
Menurut Rifal, situasi tersebut dinilai sebagai bentuk pembatasan ruang ekspresi di ruang publik. Ia juga menyebut adanya potensi pembenturan antarwarga jika massa tetap memaksakan rute aksi ke pusat kota.
“Massa akhirnya memilih menahan diri. Kami tidak ingin terjadi eskalasi yang lebih besar di lapangan,” ujarnya.
Rute Aksi Dialihkan ke DPRD DIY
Setelah berkoordinasi dengan aparat dan mempertimbangkan kondisi di lapangan, massa aksi memutuskan mengubah rute dan hanya bergerak hingga kompleks DPRD DIY. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konflik, terutama karena rangkaian aksi disebut masih akan berlanjut pada hari berikutnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Forum Komunikasi Jogja Raya, Kusnanto, menegaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah komunitas membentuk Forum Jogja Damai untuk menjaga kondusivitas, khususnya di kawasan Malioboro yang menjadi ikon wisata.
“Malioboro harus tetap aman dan nyaman. Kami tidak ingin ada aksi yang berujung anarkis,” katanya.
Dugaan Kekerasan Usai Aksi
Meski rute telah dibatasi, situasi belum sepenuhnya mereda. Juru bicara Aliansi Jogja Memanggil, Bung Koes, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan terhadap peserta aksi setelah massa meninggalkan area DPRD DIY.
Ia menyebut salah satu kendaraan peserta dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang diduga bagian dari ormas. Insiden tersebut kemudian berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap salah satu anggota Serikat Mahasiswa Indonesia.
Korban dilaporkan mengalami pemukulan di bagian kepala serta luka pada tangan kiri. Selain itu, telepon genggam yang digunakan untuk merekam kejadian sempat dirampas sebelum akhirnya berhasil direbut kembali.
Desakan Penegakan Hukum
Aliansi Jogja Memanggil mengecam keras dugaan kekerasan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Mereka juga menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik sebagai bagian dari hak demokratis.
Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan soal ruang kebebasan berekspresi di ruang publik Jogja, sekaligus pentingnya pengelolaan aksi massa yang aman dan kondusif tanpa menimbulkan benturan antar kelompok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li