Kulonprogo Masuk Radar Investasi PLTS, Siapkan Lahan 50 Hektare
Kulonprogo masuk radar investasi PLTS PLN berkapasitas 50 MW. Proyek energi bersih ini diproyeksikan mendukung kawasan YIA dan ekonomi hijau.
Foto ilustrasi kegatan MPLS dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 akan berlangsung ramah, aman, dan bebas dari berbagai bentuk perpeloncoan.
Kegiatan MPLS di seluruh sekolah dijadwalkan dimulai bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026). Disdikpora menegaskan seluruh kegiatan harus mengedepankan kenyamanan peserta didik baru serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto, mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MPLS telah mendapatkan sosialisasi terkait konsep MPLS ramah. Sosialisasi tersebut menyasar kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah hingga orang tua siswa.
Menurutnya, sekolah juga diminta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pelaksanaan MPLS agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kebingungan menjelang tahun ajaran baru.
"Kami akan memastikan MPLS di Kulonprogo berlangsung sesuai ketentuan dan bebas dari perpeloncoan, kekerasan, pungutan, aktivitas tidak relevan, penggunaan atribut yang tidak edukatif serta bentuk pelanggaran lainnya yang bertentangan dengan prinsip MPLS ramah," kata Nur Hadiyanto, Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan praktik perpeloncoan maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif sudah tidak relevan diterapkan dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah saat ini. Karena itu, Disdikpora akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah agar berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.
Pengawasan tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga melalui proses evaluasi setelah MPLS selesai dilaksanakan. Kepala sekolah diminta berperan aktif memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prinsip sekolah yang aman dan nyaman.
Nur Hadiyanto menjelaskan hasil evaluasi penyelenggaraan MPLS nantinya wajib disampaikan kepada orang tua siswa dan Disdikpora Kulonprogo.
"Hasil evaluasi disampaikan ke orang tua dan Disdikpora paling lambat 30 hari pasca MPLS," ujarnya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi demokrasi bagi peserta didik baru. Disdikpora membuka peluang bagi sekolah yang ingin menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo sebagai narasumber selama kegiatan MPLS.
Melalui program tersebut, siswa tingkat SMP maupun SMA akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan pendidikan politik sebagai pemilih pemula.
Ketua KPU Kulonprogo, Budi Priyana, membenarkan adanya kerja sama dengan Disdikpora Kulonprogo, Balai Dikmen, dan Kementerian Agama dalam pelaksanaan edukasi demokrasi di sekolah-sekolah.
Menurutnya, sekolah dapat mengajukan jadwal kunjungan KPU selama masa MPLS berlangsung. Materi yang diberikan akan berfokus pada pendidikan memilih dan peningkatan kesadaran berdemokrasi bagi generasi muda.
"Kami KPU bekerja sama dengan Disdikpora, Balai Dikmen dan Kemenag untuk MPLS mendatangkan narasumber diisi dengan materi pendidikan memilih bagi pemilih pemula. MPLS tahun lalu juga demikian," kata Budi.
Ia menjelaskan jadwal pelaksanaan akan disesuaikan dengan kesiapan sekolah maupun ketersediaan narasumber dari KPU Kulonprogo. Meski demikian, seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dalam rentang waktu MPLS.
Hingga saat ini, KPU Kulonprogo mencatat sudah ada sekitar lima hingga tujuh sekolah yang mengajukan permohonan kehadiran narasumber untuk mengisi kegiatan MPLS pekan depan.
Dengan konsep MPLS ramah yang diperkuat pengawasan serta tambahan materi pendidikan demokrasi, Disdikpora Kulonprogo berharap siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama masuk sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo masuk radar investasi PLTS PLN berkapasitas 50 MW. Proyek energi bersih ini diproyeksikan mendukung kawasan YIA dan ekonomi hijau.
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat