Pemkot Jogja Andalkan Event Sepanjang Tahun untuk Dongkrak Omzet UMKM
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU). - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman masih membutuhkan 83.726 alat penerangan jalan umum (APJ) untuk memenuhi kebutuhan penerangan di ruas jalan dan kawasan permukiman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun merencanakan kenaikan anggaran pembangunan APJ menjadi Rp30,6 miliar pada 2027 untuk memperluas jangkauan penerangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, mengatakan pemenuhan kebutuhan penerangan dilakukan melalui pembangunan lampu baru dan pemeliharaan fasilitas yang telah terpasang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan program Dalane Padang.
“Upaya yang dilakukan untuk Dalane Padang adalah membangun APJ baru dan memelihara APJ yang sudah terbangun, baik di ruas jalan maupun kawasan permukiman,” katanya di Pemkab Sleman, Selasa (13/10/2026).
Kebutuhan Lampu Jalan Masih Puluhan Ribu Titik
Berdasarkan data DPUPKP Sleman, kebutuhan APJ untuk ruas jalan kabupaten hingga 2026 mencapai sekitar 18.341 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.020 titik telah terbangun atau setara 49,18%, sehingga masih terdapat kekurangan 9.321 titik.
Kebutuhan penerangan juga mencakup ruas jalan nasional dan provinsi. Dengan tambahan kebutuhan sekitar 572 titik di jalan nasional dan 873 titik di jalan provinsi, total kekurangan APJ di ruas jalan mencapai sekitar 10.766 titik.
Kebutuhan lebih besar terdapat di kawasan permukiman. DPUPKP memperkirakan kebutuhan APJ permukiman mencapai 150.960 titik, dengan asumsi 20 lampu untuk setiap rukun tetangga (RT).
Sementara itu, ketersediaan lampu di kawasan permukiman diperkirakan sekitar 78.000 titik. Jumlah tersebut berasal dari swadaya masyarakat dan pembangunan pemerintah, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 72.960 titik.
Jika digabungkan, kekurangan APJ di ruas jalan dan kawasan permukiman mencapai 83.726 titik. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemkab Sleman untuk memperluas penerangan secara bertahap.
Anggaran Pembangunan Naik Jadi Rp30,6 Miliar
Pemkab Sleman meningkatkan anggaran pembangunan APJ dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, anggaran pembangunan tercatat Rp19,1 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp21,6 miliar pada 2026.
Untuk 2027, anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar.
“Anggaran pembangunan dan pemeliharaan dari tahun ke tahun meningkat untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan,” ujarnya.
Peningkatan anggaran tersebut diikuti penambahan pembangunan lampu di kawasan permukiman. Pada 2025, pembangunan APJ permukiman mencapai 1.996 titik, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 3.952 titik.
Adapun pada 2027, Pemkab Sleman merencanakan pembangunan 444 titik APJ di ruas jalan dan 3.437 titik di kawasan permukiman.
Pemeliharaan Lampu Jalan Capai 3.053 Titik
Selain membangun fasilitas baru, Pemkab Sleman meningkatkan anggaran pemeliharaan untuk menjaga lampu jalan yang telah terpasang tetap berfungsi. Anggaran pemeliharaan naik dari Rp1,9 miliar pada 2025 menjadi Rp6,7 miliar pada 2026, dengan rencana mencapai Rp7,8 miliar pada 2027.
Pemeliharaan dilakukan melalui penggantian lampu mati menggunakan lampu LED, perbaikan jaringan dan komponen, serta penanganan tiang yang rusak.
Hingga September 2026, perbaikan telah dilakukan pada 3.053 titik. Penanganan diprioritaskan pada kerusakan yang berisiko tinggi, seperti kabel putus, tiang roboh, dan tiang yang mengalirkan listrik.
Selain kondisi kerusakan, lokasi juga menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan. Penerangan di ruas jalan rawan kecelakaan, kawasan rawan kriminalitas, jalur evakuasi bencana, serta jalur utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan menjadi perhatian.
Warga Bisa Laporkan Lampu Jalan Rusak
Sukarmin mengimbau masyarakat ikut membantu pemantauan kondisi lampu jalan dengan melaporkan fasilitas yang rusak. Laporan dapat disampaikan melalui Hotline Dishub, Lapor Sleman, atau media sosial.
Masyarakat diminta menyertakan foto kondisi lampu dan titik lokasi agar petugas lebih mudah mengidentifikasi serta menangani kerusakan.
“Untuk memudahkan petugas melakukan perbaikan, masyarakat diharapkan melengkapi laporan dengan titik lokasi dan foto kondisi lampu jalan yang rusak,” katanya.
Melalui penambahan pembangunan dan pemeliharaan, Pemkab Sleman berupaya memperluas jangkauan penerangan di ruas jalan maupun kawasan permukiman. Pemenuhan kebutuhan tersebut diharapkan dapat mendukung keselamatan pengguna jalan dan aktivitas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
AS Roma menjamu Real Madrid pada 15 Oktober dini hari WIB. Simak jadwal, kondisi kedua tim, rekor pertemuan, dan reuni José Mourinho di Olimpico.
Formula 1 menyepakati kontrak 10 tahun dengan Rwanda. Grand Prix Afrika direncanakan berlangsung mulai awal 2030-an di sirkuit baru Bugesera.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
KPK menyita Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan untuk pengumpulan uang dalam kasus korupsi ATR/BPN.
BNPB mencatat karhutla di kawasan Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Asap tebal menghambat pemadaman melalui udara di Kalteng.