Cegah Banjir, Gunungkidul Usulkan Pengerukan 20 Sungai
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Lantingah sedang menanami ulang padi di sawahnya di Dusun Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul yang tergenang air sejak hujan deras mengguyur Wonosari kemarin sore,Jumat (22/1). Foto diambil Sabtu (23/1/2016) (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Bantuan korban bencana diusulkan untuk diberikan pada petani yang lahannya terdampak bencana
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mengusulkan adanya bantuan tanggap bencana pertanian. Upaya itu dilakukan untuk memberikan kompensasi kepada petani yang mengalami kegagalan panen dikarenakan anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini.
Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya ancaman gagal panen di wilayah Gunungkidul. Ancaman itu terjadi karena beberapa waktu lalu hujan tidak turun hampir satu bulan sehingga berpengaruh terhadap perkembangan lahan pertanian milik warga.
“Tidak dipungkiri kondisi itu membuat lahan milik petani jadi rusak. Untuk itu, kami sedang melakukan kajian untuk memberikan bantuan dalam program bantuan bencana pertanian,” kata Suharno, Senin (15/2/2016).
Dia menjelaskan, rencana bantuan yang diberikan harus disesuaikan dengan aturan yang ada. Keberadaan Undang-Undang No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah membuat pemerintah kesulitan untuk menyalurkan program bantuan ke masyarakat. “Tentunya kami harus berhati-hati dalam memberikan bantuan sehingga tidak menyalahi aturan yang ada,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.
Dia menambahkan, opsi pemberian bantuan bisa dilakukan dengan memberikan bantuan benih. Bantuan yang berikan ini jumlahnya juga disesuaikan dengan jumlah kerusakan yang dialami petani.
“Kasihan kalau tidak bantuan. Tapi untuk pemberiannya harus selektif dan disesuaikan dengan kerusakan yang ada,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
DPMPTSP Sleman mencatat 733 usaha vila dan homestay hingga 26 Oktober 2026, terdiri atas 323 vila dan 410 homestay.
Simak rekomendasi HP dengan fitur privasi, mulai dari Samsung Galaxy hingga iPhone dan Google Pixel. Kenali perbedaan keamanan data dan layar anti-intip.
Polda DIY mengamankan satu orang pembawa senjata tajam saat aksi demonstrasi dan memastikan situasi Malioboro kondusif.
Satpol PP Bantul mencopot 84 spanduk dan 37 rontek yang dipasang melintang di jalan dalam patroli penertiban reklame dan media informasi.