Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki dan melebarkan jalur Imogiri-Dlingo di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, D.I.Yogyakarta, Jumat (18/5). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta meminta bus besar agar untuk sementara ini tidak melintas jalur Imogiri-Mangunan, Bantul, D.I. Yogyakarta. Jika masih ada sopir bus yang tetap nekat naik maka yang bersangkutan harus mau menanggung sendiri setiap risiko yang terjadi.
“Kalau ada yang nekat silakan saja, tapi kalau terjadi kecelakaan harus ditanggung sendiri,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (18/5/2018).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat dishub mengambil kebijakan mengimbau agar bus-bus besar tidak melalui jalur Imogiri-Mangunan. Selain kondisi jalan yang menanjak, juga dikarenakan lebar jalan yang relatif sempit sehingga sangat rawan kecelakaan.
Aris menambahkan, proses pelebaran jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY mencapai dua meter juga belum menyelesaikan masalah, khususnya untuk kendaraan besar. Kendati lebar telah ditambah namun masih tetap rawan, baik kemacetan maupun kecelakaan.
“Berdasarkan kajian yang kami lakukan, bus besar bisa saja naik dari Imogiri ke Mangunan, tapi dengan syarat jalur dibuat searah. Tapi kebiajakan itu sangat sulit terealisasi jika melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan Aris, solusi terbaik bagi bus besar yang ingin mengantarkan wisatawan ke kawasan Mangunan yakni dengan memarkirkan bus di wilayah Imogiri. Selanjutnya, wisatawan diantarkan menggunakan transportasi pendukung menuju ke lokasi wisata.
“Kalau tidak bus besar bisa tetap naik ke kawasan Mangunan, tapi syaratnya harus melalui jalur utara lewat Patuk baru menuju lokasi,” imbaunya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul Anjar Arintaka Putra mengatakan, untuk mengakomodasi kebijakan pelarangan bus besar naik ke Mangunan dari Imogiri, Dishub berencana membangun Terminal Tipe C Imogiri. Kawasan terminal ini membentang dari depan Puskesmas Imogiri hingga Pasar Imogiri. Lokasi tersebut sangat mendukung pengembangan wisata di wilayah Imogiri, Dlingo, dan sekitarnya.
Lokasi terminal yang akan dibangun termasuk strategis dan memiliki luasan yang memadai. Terminal ini setidaknya dapat menampung sekitar 50 bus pariwisata, angkutan desa, hingga kendaraan shuttle pengangkut wisatawan menuju sejumlah objek wisata. “Terminal tidak hanya untuk bus pariwisata, tapi juga diperuntukan bagi kendaraan angkutan umum lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.