TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ilustrasi Pancasila/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Anggota DPR RI Idham Samawai menginginkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan di bangku sekolah. Hal ini disampaikan saat menghadiri resepsi wong cilik untuk memperingati Bulan Lahir Pancasila di Lapangan Petir, Desa Srimartani, Piyungan, Jumat (22/6/2018) malam.
Menurut dia, pelajaran PMP sangat penting guna memberikan wawasan kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih saat ini, ada kelompok yang berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain. Oleh karenanya, dengan dikembalikannya pelajaran tersebut dapat sebagai penangkal gerakan yang membahayan bangsa sejak dini.
“Saya menyayangkan pelajaran PMP di sekolah dihilangkan dan diganti dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Saya menganggap penghilangan ini sebagai bagian untuk menguliti Pancasila,” kata Idham kepada wartawan, Jumat.
Dia menjelaskan, untuk mengembalikan pelajaran PMP ke bangku sekolah sudah melakukan komunikasi ke presiden maupun ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan ada respon positif sehingga pelajaran tersebut dapat diajarkan kembali mulai dari tingkat sekolah dasar hingga akhir.
“PMP harus menjadi mata pelajaran wajib,” ungkapnya.
Pesta rakyat bertajuk Resepsi Wong Cilik yang digelar di Lapangan Petir, Desa Srimartani, Piyungan untuk memperingati bulan lahir Pancasila serta memperingati ulang tahun ke-68 mantan Bupati Bantul Idham Samawi. Di dalam kegiatan ini banyak digelar atraksi kesenian, mulai dari Jathilan; pegelaran wayang hip-hop oleh Ki Dalang Catur Benyek Kuncara; Tari Nusantra dari Sanggar Seni Gita Gilang hingga pertunjukan musik religi oleh KH Fuad Riyadi. Selanjutnya juga diisi pentas lawak Yu Beruk, Sugeng Iwak Bandeng dan Trio GAM (Joned, Wisben dan Aldo Iwak Kebo); Dexter Band hingga koesplusan.
Ketua Panitia Resepsi Wong Cilik, Noor Janis Langga Barana mengaku senang dengan penyelenggaraan pesta rakyat karena berjalan dengan lancar dan meriah. “Selain orasi kebangsaan dari Pak Idham, di dalam resepsi wong cilik juga menghadirkan aktris campursari Didi Kempot,” katanya.
Janis menambahkan, selain pertunjukan pentas seni, di dalam resepsi wong cilik juga ada kegiatan penyerahan penghargaan Samawi Institute Award. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh atau lembaga yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan, penguatan nilai-nilai kebangsaan, solidaritas sosial, kemanusiaan, lingkungan dan kebudayaan berdasarkan Pancasila.
“Ada lima yang menerima penghargaan. Yakni, Ana Imogiri sebagai relawan sosial; Mbah Kalam sebagai Pelestari Budaya; Bambang Suwerdra sebagai pendiri Bank Sampah; Info Cegatan Jogja [ICG] sebagai penguat solidaritas warga dan NDX AKA sebagai grup musik yang bisa mengharumkan Kabupaten Bantul,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)