292 Narapidana di Gunungkidul Terima Remisi, 7 Langsung Bebas
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Dua alat berat diterjunkan dalam proses perbaikan Jalan Imogiri-Mangunan, tepatnya di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Senin (26/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Proyek pelebaran jalan Imogiri-Mangunan kembali dikerjakan setelah dihentikan sementara untuk menyambut libur Lebaran. Ditargetkan pembangunan jalan sepanjang tiga kilometer ini selesai pada Agustus mendatang.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Bambang Sugaib mengatakan selama libur Lebaran, proyek pelebaran jalur Mangunan sempat dihentikan sementara waktu. Penghentian dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama libur. Namun setelah masa libur berakhir pengerjaan kembali diteruskan. “Sudah dimulai dan diharapkan selesai tepat waktu,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (25/6/2018).
Bambang menjelaskan jalur Imogiri-Mangunan akan diperbaiki sepanjang tujuh kilometer, dengan alokasi anggaran sebanyak Rp38 miliar. Namun, upaya perbaikan tidak bisa dilaksanakan sekaligus karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Untuk tahun ini, kata dia, perbaikan yang dilakukan sepanjang tiga kilometer dengan anggaran sebesar Rp14,5 miliar. Ditargetkan program tersebut selesai pada Agustus mendatang.
“Sekarang masih dalam tahap pengerjaan dan kami akan terus mengawasi agar pengerjaan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani,” ucapnya.
Pengelola objek wisata Lintas Sewu, Purwo Harsono mengaku senang dengan program pelebaran jalur Mangunan-Imogiri. Ia tidak menampik, selama pengerjaan laju kendaraan sedikit terganggu akibat proyek perbaikan. Namun demikian, hal tersebut hanya sementara. “Sekarang sudah dimulai lagi setelah sempat berhenti hampir dua pekan,” katanya.
Menurut dia, meski pengerjaan belum sepenuhnya selesai, tetapi pelebaran jalan sudah menunjukkan dampak positif. Pada saat libur Lebaran lalu, kondisi arus lalu lintas lebih lancar sehingga tidak ada penumpukan kendaraan.
“Memang sempat ada kepadatan, tetapi setelah sepuluh menit kembali normal. Kondisi ini jauh berbeda dengan libur Lebaran di tahun lalu karena kemacetan lebih lama terjadi,” ujar Ipung, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah DIY akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan destinasi wisata di wilayah Dlingo dan sekitarnya. “Untuk saat ini masih ada yang rusak jalannya, tetapi pemerintah berkomitmen memperbaikinya. Sebagai bukti tahun ini ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Kemendag memfasilitasi 1.021 UMKM lewat business matching dengan nilai transaksi US$333,68 juta atau Rp5,95 triliun hingga Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi keduanya dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas.
OJK menunjuk Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS. Simak profil dan rekam jejaknya.
Polres Bantul mengungkap kecelakaan empat kendaraan di Jalan Jogja-Wonosari yang menewaskan pengemudi pikap.
Tarif Trans Jogja 2026 mulai Rp500 hingga Rp3.500. Simak cara pembayaran dan daftar 17 rute Trans Jogja lengkap di sini.