Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Perkembangan pembuatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul belum signifikan. Hal ini terlihat dari pembangunan yang baru mencapai 40% atau sepanjang 32,9 kilometer dari total jalan sepanjang 82,2 kilometer.
Selain itu, hingga saat ini masih ada lahan yang belum dibebaskan. Beberapa titik yang masih dalam proses pembebasan terdapat di Kecamatan Girisubo meliputi Desa Karangngawen, Jepitu dan Balong.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, mengatakan pembebasan tanah untuk JJLS masih terus dilakukan. Menurut dia, pembebasan membutuhkan waktu karena tidak bisa dilakukan secepatnya karena ada prosedur dan regulasi yang harus ditaati. “Ada sejumlah lahan yang terdapat di tiga desa yang belum dibebaskan, yakni Jepitu, Balong dan Karangngawen. Khusus untuk Karangngawen, sebagian besar sudah dibebaskan dan sekarang tinggal menyelesaikan urusan yang belum dibayarkan,” kata Arif, Selasa (26/3/2019).
Dia menuturkan, meski ada lahan yang belum dibebaskan, hal tersebut bukan masalah karena tahapannya tinggal menunggu pembayaran. Untuk tahapan lain mulai dari sosialisasi ke warga, pengukuran hingga penaksiran harga sudah dilakukan. “Semua sudah dilalui dan tinggal tahap akhir, yakni pembayaran ganti rugi untuk pembebasan lahan JJLS,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana, Pemkab tidak ikut dalam pembebasan lahan karena kewangan ditangani oleh Pemerintah DIY, dan pembangunan ditangani oleh Pemerintah Pusat. Namun demikian, Pemkab terus mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan pembangunan.
Menurut dia, total ruas panjang JJLS di Gunungkidul mencapai 82,2 kilometer. Total hingga saat ini JJLS yang sudah terbangun sepanjang 32,2 km atau sekitar 40% dari total keseluruhan ruas. Untuk pembebasan lahan baru mencapai 81% karena masih ada ruas sepanjang 15,6 kilometer yang masih dalam proses pembebasan. “Kalau yang sudah dibebaskan mencapai 66,6 kilometer,” kata Wadiyana.
Dia menegaskan pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini karena proses tinggal menunggu pembayaran. Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan, Wadiyana menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat selaku pemilik anggaran. “Harapannya bisa secepatnya sehingga jalan bisa segera tersambung semua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.