Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul, Senin (16/7/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tahap rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 masih terus dilakukan. Namun demikian, masing-masing partai politik (parpol) sudah memiliki gambaran jumlah perwakilan kursi DPRD Gunungkidul periode 2019-2024.
Hasil perhitungan sementara, PDI Perjuangan diprediksi akan memperoleh suara terbanyak di pemilu tahun ini dengan 10 kursi. Meski demikian, jumlah wakil partai berlambang banteng moncong putih diperkirakan turundibanding Pemilu 2014 yang mendapatkan 11 kursi.
Penurunan kursi juga berpotensi terjadi di partai lain seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Demokrat dan Gerindra. Pil pahit juga harus dirasakan Partai Hanura karena di 2014 berhasil mengirimkan satu wakilnya duduk di kursi DPRD, untuk tahun ini harus rela menyerahkan kursinya kepada partai lain. Kejutan justru disuguhkan Partai Masdem yang meraih jumlah cukup banyak. Dari dua wakil di Pemilu 2014, pada pesta demokrasio tahun ini Nasdem sukses meraih sembilan kursi. Untuk PKB juga ada kenaikan dari tiga menjadi empat kursi.
Politikus PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto, mengatakan jajarannya sudah menyelesaikan penghitungan internal dengan mengacu salinan hasil C1 yan dikumpulkan oleh para saksi. Dari hasil ini, ia optimistis partainya mengamankan 10 di DPRD Gunungkidul. “Minimal di setiap dapil memperoleh dua kursi,” kata Demas kepada Harian Jogja, Minggu (28/4/2019).
Menurut Demas, PDI Perjuangan masih berharap bisa memperoleh tambahan kursi lain sehingga capaian minimal bisa menyamai hasil Pemilu 2014 dengan 11 kursi. Namun Demas mengakui hal tersebut sulit terealisasi karena untuk meraih kursi ketiga di salah satu dapil sangat berat. Selain harus bersaing dengan partai lain, bilangan pembagi pemilih yang menentukan perolehan kursi ketiga lebih besar sehingga menambah berat dalam upaya menambah jumlah kursi.
“Misalnya di daerah pemilihan [dapil] satu dan tiga, kami berharap bisa memperoleh kursi ketiga. Tapi, ini juga harus bersaing dengan partai lain yang bilangan pembagi pemilih lebih ringan karena rata-rata baru meraih satu kursi menuju dua kursi,” katanya.
Politikus Partai Nasdem, Suharno, yakin partainya dapat mengamankan sembilan kursi Dewan. Menurut dia hasil ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan raihan di Pemilu 2014. “Yang dapat satu kursi hanya dapil empat, sedang dapil lainnya bisa memperoleh dua kursi,” katanya.
Meski optimistis dapat mengamankan sembilan kursi, Suharno masih akan menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU Gunungkidul. “Kami terus mengawal dan mudah-mudahan hasilnya tidak berbeda dengan raihan berdasarkan perhitungan internal partai,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo. Jika mengacu di perhitungan internal, PKB Gunungkidul minimal meraih empat kursi DPRD. Jumlah ini meningkat satu kursi dibandingkan dengan raihan di Pemilu 2014. “Sebenarnya kami berharap bisa mengamankan dua kursi di dapil 4, tapi berdasarkan perhitungan sepertinya kalah dengan PAN yang berhak mendapatkan kursi kedua,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengaku tidak mempermasalahkan proses perhitungan oleh partai karena hal tersebut merupakan hak partai. Terlebih lagi, caleg maupun parpol juga ingin mengetahui hasil perolehan suara dalam pemilu. Meski demikian, dia menegaskan bahwa hasil perhitungan itu tidak bisa menjadi acuan pasti karena keputusan resmi masih menunggu selesainya rekapitulasi di tingkat kabupaten. “Nanti setelah perhitungan selesai akan terlihat berapa jumlah suara partai hingga sebaran kursi DPRD yang diperoleh masing-masing partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Kris Dayanti meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Wushu Kungfu 2026. Prestasi di usia 51 tahun ini menjadi inspirasi bahwa semangat berprestasi tidak
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.