Harga Pertamax Naik Rp16.250, Pertamina Ungkap Alasannya
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamina menyebut penyesuaian mengikuti harga minyak dunia.
Harianjogja.com, Bantul – Bagi pengendara lalu lintas di Kota Jogja tentu tidak asing dengan karya poster stensil kritik di dinding pinggir jalan.
Salah satu karya stensil itu antara lain, gambar sesosok gadis mengenakan mahkota di kepala sembari menggendong seorang bayi yang tengah terlelap tidur atau gambar seorang gadis yang menenteng sebuah tulisan berisikan pesan "Hentikan Perang" hingga wajah pendekar HAM, Munir.
Tidak banyak orang tahu keusilan itu dibuat oleh Digie Sigit. Sebagai seniman street art, ia mengunakan dinding sebagai media berkarya sejak 1998. Dari banyak sekian karyanya, Sigit menampilkan kembali dalam pameran tunggal bertajuk Testimoni di Sangkring Art Space, Nitiprayan, Ngestiharjo pada 10 – 21 September 2013.
Kepada Harian Jogja, Sigit mengungkapkan Testimoni merupakan pameran tunggal perdana dalam karirnya sebagai seorang seniman art street.
Menurutnya, pameran ini adalah pertanggungjawabannya kepada publik karena selama ini ia hanya berkarya di ruang publik sehingga masyarakat tidak banyak yang tahu.
“Saya siap menjawab kritik itu melalui pameran ini,” ujarnya, ditemui di sela pameran.
Bentuk tanggung jawab itu, kata dia penting karena ini yang membedakan street art dengan aksi vandalism yang biasanya hanya corat-coret saja tanpa maksud dan tujuan yang jelas.
“Bahkan terkadang pesannya aksi pornografi dan kekerasan,” ungkapnya.
Dalam pameran ini, Sigit memamerkan 16 karya. Seluruhnya dikemas dengan berbagai medium seperti kanvas, kertas dan seng. Gambar-gambar yang dipamerkan ini, lanjutnya, memiliki ukuran sama dengan karya asli yang pernah terpasang di ruang publik.
“Saya hanya memindahkan gambar itu ke media pendukung [Kanvas, kertas dan seng],” ucapnya.
Selain itu, ayah satu satu anak ini juga memamerkan setidaknya 50 foto berukuran 5 R berisikan foto dokumentasi gambar stensilan yang pernah ia pasang di sejumlah bangunan kota Jogja dan luar Jogja.
Seluruh karya yang dipamerkan Sigit banyak berisikan kritik pedas terhadap penguasa. Pesan yang muncul dalam gambar stensilnya juga tidak jarang berisikan kritik terhadap kian berbahayanya budaya hedonisme yang ditandai dengan menjamurnya produk produk iklan yang menghiasi di sejumlah sudut kota. Baginya, produk itu sangat berbahaya karena secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk hidup konsumtif.
“Setiap lampu merah pasti muncul iklan-iklan. Bahkan termasuk di tembok bangunan sekalipun yang seharusnya netral. Pengendara setiap kali berhenti mendapatkan pemandangan itu semua. Ini sangat berbaya sekali,” ucapnya.
Karena itu, Sigit menampik pandangan yang beredar selama ini bahwa karya milik seniman art street di fasilitas publik hanya merusak pemandangan.
Ia bahkan berharap karya milik senian art street yang beredar di ruang publik selama ini bisa menjadi filter bagi masyarakat dalam mencegah kemungkinan efek terburuk terhadap pemasangan iklan suatu produk. Sigit pun mengaku beberapa kali merusak iklan produk dengan menimpalinya dengan suatu pesan tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamina menyebut penyesuaian mengikuti harga minyak dunia.
Jadwal libur sekolah Juni 2026 lengkap. Siswa menikmati libur semester 15 hari mulai 27 Juni hingga 11 Juli ditambah dua hari libur nasional.
Kylian Mbappe hanya berjarak satu gol dari rekor Lionel Messi di Piala Dunia. Laga Prancis vs Senegal bisa menjadi momen bersejarah bagi sang bintang.
Pratama Arhan dan Inka Andestha mencuri perhatian saat menghadiri pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen. Penampilan mereka ramai dibahas warganet.
Tunisia resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih baru setelah memecat Sabri Lamouchi usai kekalahan telak 1-5 dari Swedia di Piala Dunia 2026.
PSM Makassar resmi melepas empat pemain, termasuk Reza Arya dan Alex Tanque, sebagai bagian perombakan skuad menuju Super League 2026/2027.