ABU KELUD : Horee, Malioboro Mulai Normal

17 Februari 2014 01:22 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Aktivitas ekonomi di Malioboro pada Minggu (16/2/2014) sudah mulai menggeliat. Toko-toko dan pedagang kali lima (PKL) kembali menjajakan dagangannya, setelah dua hari tutup akibat dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.

Salah satu pedagang makanan di Malioboro, Agustin mengatakan, baru mulai berjualan pada Minggu. Jumat dan Sabtu dia terpaksa tidak beraktivitas karena abu vulkanik Gunung Kelud masih tebal di kawasan Malioboro.
Karena tidak berjualan, dia mengaku mengalami kerugian besar. Terlebih mereka libur pada saat weekend, di mana biasanya banyak wisatawan yang datang.

"Kalau harian biasanya omzet kami mencapai Rp1 juta. Sedangkan pada weekend biasanya keuntungan kami bisa mencapai Rp500.000 sendiri. Namun karena libur jelas tidak ada pemasukan sama sekali," kata Agustin di Jalan Malioboro, Minggu (16/2/2014).

Agustin menambahkan, baru mencoba berjualan Minggu dengan membawa sedikit bahan makanan. Dia mengaku masih khawatir jika belum ada wisatawan yang mau datang ke Malioboro. Padahal pembelinya kebanyakan adalah para wisatawan.

"Masih takut-takut kalau bawa banyak nanti malah tidak laku. Sebab dagangan saya untuk para wisatawan yang ingin makan sambil lihat Malioboro," kata penjual gudeg itu.

Kepala UPT Malioboro, Syarif Teguh mengatakan, kondisi kawasan Malioboro memang masih belum bersih. Karena masih banyak abu vulkanik yang berterbangan. Pihaknya berharap, aktivitas ekonomi di Malioboro dapat cepat pulih kembali. "Kami usahakan agar bisa kembali pulih, khususnya untuk dagangan makanan. Hari ini [kemarin] sudah ada beberapa yang terlihat buka dan menjajakan barang dagangannya," kata Syarif.