Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Harianjogja.com, JOGJA -- Aktivitas ekonomi di Malioboro pada Minggu (16/2/2014) sudah mulai menggeliat. Toko-toko dan pedagang kali lima (PKL) kembali menjajakan dagangannya, setelah dua hari tutup akibat dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.
Salah satu pedagang makanan di Malioboro, Agustin mengatakan, baru mulai berjualan pada Minggu. Jumat dan Sabtu dia terpaksa tidak beraktivitas karena abu vulkanik Gunung Kelud masih tebal di kawasan Malioboro.
Karena tidak berjualan, dia mengaku mengalami kerugian besar. Terlebih mereka libur pada saat weekend, di mana biasanya banyak wisatawan yang datang.
"Kalau harian biasanya omzet kami mencapai Rp1 juta. Sedangkan pada weekend biasanya keuntungan kami bisa mencapai Rp500.000 sendiri. Namun karena libur jelas tidak ada pemasukan sama sekali," kata Agustin di Jalan Malioboro, Minggu (16/2/2014).
Agustin menambahkan, baru mencoba berjualan Minggu dengan membawa sedikit bahan makanan. Dia mengaku masih khawatir jika belum ada wisatawan yang mau datang ke Malioboro. Padahal pembelinya kebanyakan adalah para wisatawan.
"Masih takut-takut kalau bawa banyak nanti malah tidak laku. Sebab dagangan saya untuk para wisatawan yang ingin makan sambil lihat Malioboro," kata penjual gudeg itu.
Kepala UPT Malioboro, Syarif Teguh mengatakan, kondisi kawasan Malioboro memang masih belum bersih. Karena masih banyak abu vulkanik yang berterbangan. Pihaknya berharap, aktivitas ekonomi di Malioboro dapat cepat pulih kembali. "Kami usahakan agar bisa kembali pulih, khususnya untuk dagangan makanan. Hari ini [kemarin] sudah ada beberapa yang terlihat buka dan menjajakan barang dagangannya," kata Syarif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam menguru
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 28 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.