Tanah Pesisir Gunungkidul Semakin Diminati

JIBI/Harian Jogja - dokumen
23 Februari 2014 15:15 WIB Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Tanah di pesisir selatan Gunungkidul kini semakin diminati. Hampir setiap hari ada orang mencari informasi jual beli.

Kepala Desa Girikarto Kecamatan Panggang, Sukap mengatakan lahan tepi jalan provinsi menuju Pantai Gesing sudah mulai banyak dicari. Namun berapa harga pasarannya Sukap mengaku tidak terlalu banyak tahu. “Kalau di wilayah kami jual beli tanah tidak pakai per meter tapi kedokan [sekaligus]” ucap Sukap, Jumat (21/2/2014).

Rata-rata warganya menjual tanah untuk biaya hidup dan ada sebagian untuk biaya pendidikan dan modal mencari kerja.

Rujimanto, warga Pulegundes, Tepus yang baru saja menjual tanah di dekat pesisir mengaku mendapat harga jual Rp120.000 setiap meternya. Namun harga tersebut untuk daerah pesisir dengan jarak kurang lebih setengah kilometer dari pantai. Harga tersebut pun untuk pantai yang masih sepi.

Model penjualan tanah di pesisir dengan sistem blok. Rujimanto mengaku ketika menjual tanah dengan harga Rp120.000 per meter bisa mencapai nominal Rp3,4 miliar. Tanah kebanyakan dibeli dari orang luar Gunungkidul. Kebanyakan akan dibuta resort.

“Yang dekat pantai lebih mahal lagi. Bisa Rp500.000 hingga jutaan setiap meternya. Untuk tanah di dekat pantai yang sudah ramai seperti Pulang Sawal bisa lebih. Kemarin ada yang menawar Rp1,2 juta per meter tetap tidak dikasih,” tutur dia, di Sundak, Jumat (21/2/2014).

Selain menjual, Rujimanto juga membeli tanah di pesisir. Ia mengaku baru saja mendapatkan harga Rp150.000 setiap meternya.

“Tanah di tepi laut di sini sudah habis. Penduduk asli sudah pada tidak punya tanah lagi. Apalagi di dekat pantai-pantai yang ramai. Peminatnya banyak, hampir setiap hari ada yang mencari. Tapi kan beda dengan jual motor. Tanah pesisir punya pasarannya sendiri,” tutur dia.