Disdik Kulonprogo Prioritaskan Perbaikan 3 Gedung Sekolah

23 Februari 2014 11:15 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo memprioritaskan perbaikan untuk tiga sekolah dasar, yakni SDN Krembangan Panjatan, SDN Margosari Pengasih dan SDN Banarejo Lendah pada 2014.

Kasi Sarana dan Prasarana Disdik Kulonprogo, Yulianto, menilai, jika ketiga sekolah tersebut tidak diperbaiki secara keseluruhan justru akan sia-sia karena rehabilitasi yang tidak tuntas akan memboroskan anggaran di masa mendatang.

“Kalau hanya sebagian yang diperbaiki justru bagian yang masih rusak dapat merembet kerusakannya,” jelasnya, Jumat (22/2/2014).

Secara keseluruhan, total anggaran DAK 2014 sekitar Rp6,5 miliar. Sebanyak Rp5,5 miliar akan digunakan untuk pengadaan buku kurikulum baru dan Rp1 miliar untuk fisik konstruksi termasuk rehabilitasi gedung sekolah yang rusak.

Rencananya, realisasi rehabilitasi ketiga sekolah tersebut dilakukan dalam APBD perubahan, mengingat terjadi perubahan daftar sekolah yang menerima DAK beserta besarannya. Awalnya, hanya SDN Margosari yang tercatat sebagai penerima DAK 2014, kemudian baru disusul dua SD lainnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Ajrudin Akbar, mengungkapkan, pembangunan gedung menjadi prioritas sekolah, sehingga jika pengajuan rehabilitasi sudah dilakukan dua tahun lalu, seharusnya tidak perlu menunggu sampai dua tahun untuk merealisasikannya.
“Dinas seharusnya menindaklanjuti dan komisi IV siap mengawal,” tegasnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan harus memiliki data base terkait jumlah sekolah rusak dan yang sudah direhabilitasi termasuk tahun dilakukannya rehabilitasi.

Tujuannya, agar jangan sampai ada sekolah yang masih layak justru mendapat bantuan atau sekolah yang baru saja direhabilitasi dua atau tiga tahun lalu meminta bantuan lagi. “Ini menunjukkan kualitas rehabilitasi yang tidak baik,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dinding salah satu ruang kelas SDN Krembangan retak cukup parah hingga berluang. Karena kondisinya membahayakan, ruang kelas itu dikosongkan sejak Juli 2012 dan kegiatan belajar mengajar siswa terpaksa pindah ke perpustakaan. Sekolah sudah mengajukan bantuan sejak 2012 kepada pemerintah namun baru akan ditindaklanjuti pada tahun ini.