Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Kalangan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembangkan teknologi bahan bakar alternatif. Aneka limbah pabrik disulap jadi bahan bakar ramah lingkungan yang diberi nama biomass pellet.
Direktur Pemasaran PT Greeno Inovasi Energi pengembang energi alternatif ini Ayus Dodi Kirana mengatakan sejauh ini pihaknya memakai bahan dari limbah pabrik rokok berupa debu tembakau, serbuk kayu dari limbah penggergajian kayu, ampas tebu dari limbah pabrik gula dan limbah serbuk uang kertas yang sudah rusak dari Bank Indonesia.
"Limbah-limbah ini dengan komposisi tertentu, dicampur, kemudian dibentuk menjadi pellet atau lonjong kecil panjang 2cm. Campuran lain adalah gaplek sebagai perekat," tutur Ayus di Pabrik Biomass Pellet Kalangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul DIY, Kamis (23/10/2014).
Selain memanfaatkan limbah pabrik, sisa pembakaran bio mass pellet ini, berupa asap dan abu juga lebih rendah. Bahkan jika ditaburkan dilahan bisa menjadi pupuk organik jadi sangat ramah terhadap lingkungan.
"Kalau bicara kalori dari olahannya memang tidak terlalu panas tapi sudah cukup jika untuk menggantikan arang. Tidak seperti batubara yang abunya banyak dan masih ada limbah berbahayanya juga," tambah Ayus yang mengaku baru mengembangkan energi alternatif ini lima tahun lalu.
Kapasitas produksi saat ini mencapai 5 ton tiap harinya. Hal ini karena bahan baku yang berlimpah jadi produksi bisa maksimal. Namun kami juga sedang menjajakan distribusi penjualan baru. Sebab permintaan sudah sangat banyak khususnya untuk ekspor.
"Kami produksi mencapai 150 ton per hari. Sedangkan untuk ekpor kami mencapai dua 2 kontener tiap kali pengiriman. Harganya untuk di Indonesia mencapai Rp2.5000 per kilogramnya, sedangkan untuk ekspor US$140 per ton," jelas Ayus.
Karena penggunaannya sedikit berbeda maka pihak produsen memang mengambangkan kompor khusus. Jadi penjualannya memang satu paket dengan kompornya.
Pembina dan Pemasaran PT Jogja Pastika Daya Monita Indrayanti mengatakan energi alternatif ini memang sangat murah. Jika dibandingkan dengan arang, harganya masih bisa diadu. Untuk biogass pellet Rp2.500 per kilogramnya sedangkan arang kayu mencapai Rp3.500 per kilogram.
"Jadi sangat murah. Dan yang penting penyimpanan juga sangat mudah tidak perlu takut lapuk atau basah. Sebab bisa disimpan dalam plastik dengan waktu yang lebih lama," jelas Monita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.