Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Ilustrasi tindak kriminalitas (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kriminalitas Bantul yang terjadi Minggu (25/1/2015) berupa pelemparan batu. Diduga aksi ini sebagai bentuk balas dendam.
Harianjogja.com, BANTUL- Rumah Baryudi, warga Dusun Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul dilempari batu oleh orang tak dikenal. Diduga karena dendam pribadi.
Aksi kriminal itu terjadi Minggu (25/1/2015) dinihari sekitar Pukul 04.00 WIB. Rumah yang terletak di RT 06 Dusun Kalirandu itu tiba-tiba didatang sejumlah pemuda menggunakan sepeda motor dan langsung melempari rumah itu dengan batu.
"Kejadiannya cepat hanya beberapa menit, setelah itu mereka langsung pergi," terang Kepala Polsek Kasihan Bantul Kompol Suwandi, Minggu (25/1/2015).
Akibat kejadian itu, sejumlah atap genteng rumah Baryudi pecah dan berjatuhan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke Polsek Kasihan.
Menurut Suwandi, motif pelemparan batu tersebut masih misterius, namun diduga karena dendam pribadi terhadap Dedi, anak Baryudi yang menghuni rumah tersebut.
"Di rumah itu yang tinggal cuma Dedi dan ibunya, bapaknya [Baryudi] juga tidak tinggal di sana," ujar dia.
Dedi diduga punya masalah pribadi dengan orang lain, sehingga orang tersebut melampiaskan sakit hatinya terhadap Dedi dengan melempari rumahnya. Pelaku kata dia diduga berjumlah tiga hingga empat orang berusia 20-an tahun atau susia dengan Dedi.
Dedi sendiri menurut dia selama ini selalu berurusan dengan masalah kriminal. Pemuda itu diketahui belum lama keluar dari penjara karena melakukan penjambretan.
"Dedi sendiri juga banyak masalah, dia itu tercatat pernah melakukan jambret, curas [pencurian dengan kekerasan]," lanjutnya.
Kendati demikian polisi tetap menyelidiki masalah ini. Pada Minggu pagi, polisi telah meminta keterangan kepada korban dan sejumlah saksi. Untuk sementara polisi mengenakan pasal pengrusakan terhadap pelaku. Sementara keberadaan pelaku sendiri sampai sekarang masih misterius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.