BANDARA KULONPROGO : Konsultasi Publik di Palihan Digabung

Warga mengikuti tahap konsultasi publik pembangunan Bandara Kulonprogo di Balaidesa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (25/11/2014). (JIBI/Harian Jogja - Switzy Sabandar)
28 Januari 2015 10:20 WIB Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, untuk efisiensi, konsultasi publik digabung.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelaksanaan konsultasi publik bagi warga terdampak pembebasan lahan di Balaidesa Palihan, Selasa (27/1/2015) ditunda. Kegiatan yang seharusnya dilakukan hari ini akan digabung dengan pelaksanaan konsultasi publik di tempat yang sama pada Rabu (28/1/2015). Efisiensi diklaim oleh tim pembangunan bandara sebagai alasannya.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY yang juga terlibat dalam tim pembangunan bandara Haryanto menuturkan pelaksanaan konsultasi publik bagi warga terdampak di Palihan yang seharusnya dilangsungkan hari ini ditiadakan.

“Digabung jadi satu hari saja karena jumlah pesertanya tidak banyak,” ujarnya, Selasa (27/1/2015).

Terkait warga yang sudah menerima undangan untuk hari ini, kata Haryanto, sudah diberitahukan oleh pemerintah desa masing-masing terkait penggabungan jadwal konsultasi publik di Balaidesa Palihan.

Sementara, Tim Community Development Pembangunan Bandara Ariyadi Subagyo menjelaskan segala kegiatan yang berkaitan dengan administrasi proses pengadaan tanah dikoordinasikan oleh Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, termasuk penjadwalan kegiatan konsultasi publik.

“Konsultasi publik di Palihan yang seharusnya dua hari menjadi satu hari hanya alasan aspek kepraktisan,” ungkapnya. Tidak hanya itu, tim pembangunan bandara juga masih mengurus administrasi laporan dan melakukan evaluasi pelaksanaan konsultasi publik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jadwal konsultasi publik lanjutan bagi warga terdampak pembebasan lahan dimulai Senin (26/1) di Balaidesa Sindutan dan Kebonrejo, sementara pelaksanaan di Balaidesa Palihan, Selasa sampai Rabu (27-28/1), dan pelaksanaan di Balaidesa Glagah pada 3 sampai 5 Februari mendatang.